Lagi hamil 7 bulan, tiba-tiba Ibu Mertua nitip buku Positif "Nada untuk Asa" ini ke suamiku. "Disuruh Ibu baca ini". Waks... sekilas baca sinopsisnya dari Majalah Hidup, isi buku ini kan sedih ya. Semoga ga bikin aku pake gelung-gelung atau sesegukan nangis deh, takut debay terpengaruh. :D
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 November 2014
Minggu, 14 September 2014
The Book Thief
Lupa dapet ebook The Book Thief dari siapa & kapan, tapi aku mulai baca November 2013 dan baru selesai mendekati pertengahan September 2014 ini. Hehehe... Ga tau efek baca ebook atau karena bahasa Inggris? Atau karena ceritanya yang memang panjang dan perlu sedikit kesabaran?
Lebih ke cerita perjalanan kehidupan Liesel sih ya, mulai dari peristiwa adiknya meninggal di kereta, dikuburkan di sebuah kota, kemudian Ibu & Liesel melanjutkan perjalanan sesuai tujuan semula, yaitu menuju kota Molching. Di kota itu, Liesel harus berpisah dengan Ibunya demi keselamatan dirinya. Liesel diberikan pada sebuah keluarga. Papa bekerja sebagai tukang cat, juga kadang bermain akordeon di sebuah kafe-kafe kecil di kota itu. Mama adalah ibu rumah tangga yang tampaknya kasar tapi sebenarnya berhati baik dan amat mencintai keluarganya.
Lebih ke cerita perjalanan kehidupan Liesel sih ya, mulai dari peristiwa adiknya meninggal di kereta, dikuburkan di sebuah kota, kemudian Ibu & Liesel melanjutkan perjalanan sesuai tujuan semula, yaitu menuju kota Molching. Di kota itu, Liesel harus berpisah dengan Ibunya demi keselamatan dirinya. Liesel diberikan pada sebuah keluarga. Papa bekerja sebagai tukang cat, juga kadang bermain akordeon di sebuah kafe-kafe kecil di kota itu. Mama adalah ibu rumah tangga yang tampaknya kasar tapi sebenarnya berhati baik dan amat mencintai keluarganya.
Kamis, 18 Juli 2013
Fifty Shades of Grey
Penasaran pengen baca buku ini karena isinya tentang seks! Hahaha.. Manusiawi banget yak! Ok, yang usianya masih 17 tahun ke bawah, jangan teruskan baca blog ini apalagi baca buku Fifty Shades of Grey ya…
Cerita dimulai sama seperti yang ada di sinopsis. Kate meminta Ana menggantikannya untuk mewawancarai Grey, seorang pengusaha muda kaya raya yang sedang naik daun. Ana ga tega menolak Kate karena Kate lagi sakit flu berat walaupun Ana hanyalah teman serumah Kate dan bukanlah anggota majalah kampus. Berusaha dandan sedikit di luar kebiasaannya, Ana menuju ke kantor Grey di Seatle. Di sana Ana tambah minder karena semua orang berpakaian dan bertindak professional, amat berbeda dengan dirinya. Bahkan Ana terjatuh saat masuk ke ruangan Grey saking kikuknya. Waduh malu-maluin banget!
Grey sumpah ganteng dan perfect abis! Aku ngebayanginnya pun ikutan ngeces. Hihi.. EL James bagus ngedeskripsiinnya. Bahkan Grey seperti memberikan tanda-tanda spesial kepada Ana seperti saat Grey meminta sekretarisnya membatalkan janji berikutnya agar bisa lama bertemu dengan Ana, saat Grey membantu Ana memakai jaket dan meletakkan tangannya di bahu Grey, dll. Sikapnya yang powerful dan gentlemen itu alhasil membuat Ana kepincut dan masih ngebayangin Grey sampe ia tiba kembali ke rumah. Duh, Kate pun melihat ada perubahan pada diri Ana yang ga pernah jatuh cinta itu.
Oh iya, Ana tuh memang pribadi yang mudah dikontrol orang lain. Ga heran kalau ia nyaman berteman dengan Kate dan mungkin aja cocok sama Grey yang sama-sama memiliki sifat mudah mengintimidasi yah.
Ok balik ke cerita, Ana mikir kalau yang bikin dia jadi senyum-senyum mulu itu cuma harapan palsu aja. Toh dia ga bakal ketemu Grey lagi. Jadi dia berusaha melupakan Grey dengan kembali fokus ke ujian tingkat akhirnya dan kerjaannya di toko bangunan Clayton. Akhirnya urusan ujian beres, dan Ana mulai menghabiskan hari-hari akhirnya di Clayton sebelum ia dan Kate pindah ke Seatle. Eh ya ampun, tiba-tiba ada Grey di Clayton! Dan perasaan Ana pun mulai jungkir balik lagi. Ia menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Grey, dan Grey pun ada perasaan yang spesial padanya.
Tapi ternyata cinta itu ga sesimple cinta normal. Heh? Iyaa…soalnya di balik kesempuraan Grey ini, ada sisi gelap-nya juga. Ngomongin kesempurnaannya Grey dulu ah, yang pasti bikin banyak cewek klepek-klepek :D Okeh, bayangin aja seorang pria 27 tahun, ganteng, mata seperti elang, rambut keabu-abuan yang seksi, diajak nge-date dengan pesawat jet, helicopter, Ana dikasih laptop Mac, BlackBerry, mobil Audi, dress cantik, underwear mahal, dinner di hotel paling mahal…hingga vanilla sex di suite hotel termahal? Haiyaahh…saya pun mauuu… :P
Tuhan Maha Adil, orang kayak gitu pun ada sisi gelapnya. Eh gelap menurut orang kebanyakan, ga tentu gelap untuk beberapa orang kali ya. Hihihi… Grey ini amat sangat suka memerintah, bahkan dalam urusan bercinta. Dia suka banget ngelakuin BDSM-things, hingga dia membuat perjanjiannya pada para wanitanya. Oya, dia udah pernah melakukan ini dengan 15 wanita sebelum Ana. Ada surat perjanjiannya? Iyah! Dan gara-gara EL James, gw pun baca-baca Wikipedia dan iya emang ada tuh perjanjian supaya si Dominant dan Submissive saling mengetahui hak kewajiban dan batas-batasannya. Ckckckck… baru tau gw. Ana diminta untuk mempelajari hal-hal baru ini terlebih dahulu sebelum menandatangani surat perjanjian.
Keduanya memang jatuh cinta, tapi ada perbedaan besar yang agak sulit disatukan di antara mereka. Ana ga mau disakiti karena perilaku Grey, sementara Grey ga bisa untuk tak melakukan kesenangan ia itu. Grey sebenernya udah banyak banget berusaha berubah demi Ana yang ia cintai ini. Banyak banget hal-hal baru yang ia lakukan juga demi Ana. Dari ke-15 wanita submissive yang ada, Grey ngasih apa yang Ana dapetin. Bahkan Ana udah dianggap bener-bener sebagai pacar Grey, dan dibawa pulang ke rumah orang tua Grey. Ya emang susah sih, mereka berada di dua ujung kutub yang berbeda. Kalau Ana pakai istilah "beda sisi gergaji". Akhirnya Ana memaksakan dirinya untuk menyerah dan ingin keluar dari pengaruh Grey tanpa pernah menandatangani surat perjanjian tersebut. Patah hati lah mereka berdua. Hiks..
Tau ga apa yang aku suka dari cerita ini? Grey dan semua kesempurnaannya. Perilaku bercintanya boleh lah dianggep normal untuk beberapa kasus, kan selama submissive memanfaatkan safewords dengan baik juga pasti mereka aman. Sama seperti kita aja, asal ada komunikasi, semua juga aman.
Lalu apa yang aku sebel dari cerita ini? Ana dan perasaannya yang sumpah cewek banget! Ngebingungin banget, kadang iya kadang ga, overthinking kayak emaknya bilang. Penasarannya sih emang masuk akal, tapi Ana sering banget ngerusak suasana! Nyebelin. Mendekati chapters akhir aku mule ngos-ngosan baca pemikiran Ana dan jadi enek dengan sex scene mereka. Kasian Grey kalau harus ngadepin Ana yang limbung kek gitu mulu! Ih bete. Kalau mau ya siap dengan segala resikonya dong. Atau coba jalanin aja deh pelan-pelan karena emang mereka berdua ka nada di dua kutub yang berbeda. Aku yakin sih mereka bisa saling mendekat dan bertemu di titik ekuator seiring waktu nantinya.
Overall, ini cerita erotis romantis yang sumpah cewek abish. Jadi daripada aku bete sama perasaan Ana yang ga jelas itu, mendingan aku ngebayangin Grey yang sekseh itu ajaahh… Hihihi.. Nah, mule dong penasaran ntar klo difilmin bakal kayak apa ya? Yah, walo ga yakin ntar tu film bisa masuk Indonesia apa ga saking kebanyakan adegan vulgarnya, tapi itu ntar aja dipikirinnya. Hehe… Dan kabar terbaru, Ian Somerhalder yang bakal jadi Christian T. Grey! Duh sumpah dia cocok banget! Coba deh liat foto-foto dia main di The Vampire Diaries (sebagai Damon Salvatore), Lost, Pulse, Smallville (sebagai Adam Knight) .... gayanya yang cool emang cocok banget kan! Ah mari kita menanti tanggal rilisnya 24 Agustus 2014 sambil baca buku kedua dan ketiganya: Fifty Shades Darker & Fifty Shades Freed. Hehehe…
Cerita dimulai sama seperti yang ada di sinopsis. Kate meminta Ana menggantikannya untuk mewawancarai Grey, seorang pengusaha muda kaya raya yang sedang naik daun. Ana ga tega menolak Kate karena Kate lagi sakit flu berat walaupun Ana hanyalah teman serumah Kate dan bukanlah anggota majalah kampus. Berusaha dandan sedikit di luar kebiasaannya, Ana menuju ke kantor Grey di Seatle. Di sana Ana tambah minder karena semua orang berpakaian dan bertindak professional, amat berbeda dengan dirinya. Bahkan Ana terjatuh saat masuk ke ruangan Grey saking kikuknya. Waduh malu-maluin banget!
Grey sumpah ganteng dan perfect abis! Aku ngebayanginnya pun ikutan ngeces. Hihi.. EL James bagus ngedeskripsiinnya. Bahkan Grey seperti memberikan tanda-tanda spesial kepada Ana seperti saat Grey meminta sekretarisnya membatalkan janji berikutnya agar bisa lama bertemu dengan Ana, saat Grey membantu Ana memakai jaket dan meletakkan tangannya di bahu Grey, dll. Sikapnya yang powerful dan gentlemen itu alhasil membuat Ana kepincut dan masih ngebayangin Grey sampe ia tiba kembali ke rumah. Duh, Kate pun melihat ada perubahan pada diri Ana yang ga pernah jatuh cinta itu.
Oh iya, Ana tuh memang pribadi yang mudah dikontrol orang lain. Ga heran kalau ia nyaman berteman dengan Kate dan mungkin aja cocok sama Grey yang sama-sama memiliki sifat mudah mengintimidasi yah.
Ok balik ke cerita, Ana mikir kalau yang bikin dia jadi senyum-senyum mulu itu cuma harapan palsu aja. Toh dia ga bakal ketemu Grey lagi. Jadi dia berusaha melupakan Grey dengan kembali fokus ke ujian tingkat akhirnya dan kerjaannya di toko bangunan Clayton. Akhirnya urusan ujian beres, dan Ana mulai menghabiskan hari-hari akhirnya di Clayton sebelum ia dan Kate pindah ke Seatle. Eh ya ampun, tiba-tiba ada Grey di Clayton! Dan perasaan Ana pun mulai jungkir balik lagi. Ia menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Grey, dan Grey pun ada perasaan yang spesial padanya.
Tapi ternyata cinta itu ga sesimple cinta normal. Heh? Iyaa…soalnya di balik kesempuraan Grey ini, ada sisi gelap-nya juga. Ngomongin kesempurnaannya Grey dulu ah, yang pasti bikin banyak cewek klepek-klepek :D Okeh, bayangin aja seorang pria 27 tahun, ganteng, mata seperti elang, rambut keabu-abuan yang seksi, diajak nge-date dengan pesawat jet, helicopter, Ana dikasih laptop Mac, BlackBerry, mobil Audi, dress cantik, underwear mahal, dinner di hotel paling mahal…hingga vanilla sex di suite hotel termahal? Haiyaahh…saya pun mauuu… :P
Tuhan Maha Adil, orang kayak gitu pun ada sisi gelapnya. Eh gelap menurut orang kebanyakan, ga tentu gelap untuk beberapa orang kali ya. Hihihi… Grey ini amat sangat suka memerintah, bahkan dalam urusan bercinta. Dia suka banget ngelakuin BDSM-things, hingga dia membuat perjanjiannya pada para wanitanya. Oya, dia udah pernah melakukan ini dengan 15 wanita sebelum Ana. Ada surat perjanjiannya? Iyah! Dan gara-gara EL James, gw pun baca-baca Wikipedia dan iya emang ada tuh perjanjian supaya si Dominant dan Submissive saling mengetahui hak kewajiban dan batas-batasannya. Ckckckck… baru tau gw. Ana diminta untuk mempelajari hal-hal baru ini terlebih dahulu sebelum menandatangani surat perjanjian.
Keduanya memang jatuh cinta, tapi ada perbedaan besar yang agak sulit disatukan di antara mereka. Ana ga mau disakiti karena perilaku Grey, sementara Grey ga bisa untuk tak melakukan kesenangan ia itu. Grey sebenernya udah banyak banget berusaha berubah demi Ana yang ia cintai ini. Banyak banget hal-hal baru yang ia lakukan juga demi Ana. Dari ke-15 wanita submissive yang ada, Grey ngasih apa yang Ana dapetin. Bahkan Ana udah dianggap bener-bener sebagai pacar Grey, dan dibawa pulang ke rumah orang tua Grey. Ya emang susah sih, mereka berada di dua ujung kutub yang berbeda. Kalau Ana pakai istilah "beda sisi gergaji". Akhirnya Ana memaksakan dirinya untuk menyerah dan ingin keluar dari pengaruh Grey tanpa pernah menandatangani surat perjanjian tersebut. Patah hati lah mereka berdua. Hiks..
Tau ga apa yang aku suka dari cerita ini? Grey dan semua kesempurnaannya. Perilaku bercintanya boleh lah dianggep normal untuk beberapa kasus, kan selama submissive memanfaatkan safewords dengan baik juga pasti mereka aman. Sama seperti kita aja, asal ada komunikasi, semua juga aman.
Lalu apa yang aku sebel dari cerita ini? Ana dan perasaannya yang sumpah cewek banget! Ngebingungin banget, kadang iya kadang ga, overthinking kayak emaknya bilang. Penasarannya sih emang masuk akal, tapi Ana sering banget ngerusak suasana! Nyebelin. Mendekati chapters akhir aku mule ngos-ngosan baca pemikiran Ana dan jadi enek dengan sex scene mereka. Kasian Grey kalau harus ngadepin Ana yang limbung kek gitu mulu! Ih bete. Kalau mau ya siap dengan segala resikonya dong. Atau coba jalanin aja deh pelan-pelan karena emang mereka berdua ka nada di dua kutub yang berbeda. Aku yakin sih mereka bisa saling mendekat dan bertemu di titik ekuator seiring waktu nantinya.
Overall, ini cerita erotis romantis yang sumpah cewek abish. Jadi daripada aku bete sama perasaan Ana yang ga jelas itu, mendingan aku ngebayangin Grey yang sekseh itu ajaahh… Hihihi.. Nah, mule dong penasaran ntar klo difilmin bakal kayak apa ya? Yah, walo ga yakin ntar tu film bisa masuk Indonesia apa ga saking kebanyakan adegan vulgarnya, tapi itu ntar aja dipikirinnya. Hehe… Dan kabar terbaru, Ian Somerhalder yang bakal jadi Christian T. Grey! Duh sumpah dia cocok banget! Coba deh liat foto-foto dia main di The Vampire Diaries (sebagai Damon Salvatore), Lost, Pulse, Smallville (sebagai Adam Knight) .... gayanya yang cool emang cocok banget kan! Ah mari kita menanti tanggal rilisnya 24 Agustus 2014 sambil baca buku kedua dan ketiganya: Fifty Shades Darker & Fifty Shades Freed. Hehehe…
Rabu, 03 Juli 2013
Lolita
Berbekal review temen-temen Goodreads, aku memutuskan untuk 'harus baca' novel Lolita ini karena termasuk novel abadi dan bertema khusus. Ada cinta, seks, kesenangan, remaja, kehidupan sekolah, keluarga, kesedihan, kesepian, kesakitan dan horor di dalamnya. Namun aku lebih menganggap novel ini sebagai novel psikologi.
Jatuh cinta itu indah. Siapapun yang merasakannya - muda atau tua, pria atau wanita, miskin atau kaya - pasti setuju pada pernyataan itu. Cinta akan jadi ga indah kalau bentuknya ga ideal seperti cinta bertepuk sebelah tangan, cinta antara sesama jenis, dan contoh hubungan lain termasuk cinta tak sehat antara pria paruh baya terhadap anak gadis usia 8-17 tahun. Pedofil. Iya, pedofil itu menyeramkan!
Lahir di Eropa dari keluarga kaya pemilik hotel, harus kehilangan ibu yang dikasihinya, jatuh cinta pada Annabel yang berusia beberapa bulan di bawah usianya sebelum Annabel meninggal karena sakit tifus. Mungkin di titik itulah Humbert Humbert terpasung. Terpasung pada sosok Annabel yang dicintainya, dimana kala itu gairah cinta mereka amat terkekang. Dan Humbert masih berusaha mencari pengganti Annabel pada tubuh-tubuh gadis remaja lainnya. Puluhan tubuh wanita pramuria tak memuaskan hasratnya. Bahkan istri pertama Humbert Humbert yang dinikahi di Amerika pun tak berhasil menyudahi gejolak penyaluran hasrat tersebut.
Profesor Humbert Humbert termasuk dalam jajaran orang terpandang di dalam bidang pendidikan. Banyak tulisannya masuk ke dalam materi kurikulum dan buku-bukunya disukai oleh para kritisi. Setelah keluar dari sanatorium dan dianggap cukup sembuh dari penyakitnya, Humbert Humbert mencari tempat tinggal di Ramsdale, New England, dengan bantuan McCoo, bekas pegawai perusahaan parfum pamannya. Dan di situ pencariannya berakhir, nyaris 25 tahun setelah kehilangan Annabel, Humbert Humbert jatuh hati pada Lolita.
Untuk dapat selalu dekat dengan Lolita, Humbert Humbert nekat mengawini Nyonya Haze ibu dari Lolita yang memang mencintainya dan telah menjanda sekian tahun. Topeng terbuka ketika Nyonya Haze yang iseng menemukan dan membaca isi buku catatan harian Humbert Humbert yang jelas tertulis bahwa Humbert Humbert mencintai Lolita dalam bentuk nafsu seks. Nyonya Haze ketakutan. Namun sayang, takdir memaksanya menemui ajal akibat tertabrak mobil saat ia berusaha mamasukkan surat ke kotak pos untuk menyelamatkan Lolita yang sedang berada di perkemahan musim panas.
Humbert Humbert kini bebas melakukan apa yang sudah dibayangkannya. Menolak bantuan para tetangga, menjemput Lolita, pergi berdua mengembara ke penjuru negeri, menemukan tempat-tempat strategis untuk dapat memuaskan hawa nafsu bejatnya, menghadiahi banyak barang agar mood Lolita tetap terjaga, memberi banyak larangan agar Lolita tetap menjadi miliknya dan berusaha untuk tetap tak menarik perhatian masyarakat sekitar.
Sekian tahun seperti itu, hingga Lolita remaja berani kabur. Humbert Humbert kelimpungan mencari Lolita. Mulai putus asa, Humbert Humbert menikah untuk yang kedua kalinya dengan seorang janda bernama Rita. Di usia ke 17, Lolita mengiriminya surat berisi permintaan bantuan dana untuk kelahirannya dan biaya hidup ia dan suami. Humbert Humbert pun meninggalkan Rita demi melacak alamat Lolita dan berhasil menemukannya. Lolita hidup di daerah terbuang, amat miskin, tapi ia merasa telah menemukan kehidupan yang selama ini ia dambakan dengan memiliki Dick sebagai suaminya sehingga ia tak mau kembali pada Humbert Humbert. Humbert Humbert tak jadi membunuh Dick. Ia berikan uang banyak untuk hidup Lolita. Humbert Humbert tahu siapa kini siapa musuhnya.
Cue, yang penuh dengan 'kebetulan' dapat 'bersinggungan' dalam beberapa tempo hidup Humbert Humbert dan Lolita, resmi jadi musuh HH. Lolita menyukai Cue, curhat ke Cue, dan Cue memegang rahasia hidup Lolita tersebut. Lolita diusir oleh Cue karena Lolita menolak perilaku Cue yang juga menyimpang. Penuh minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, dan dibalik banyak skenario drama romatis yang diciptakannya, Cue pun meminta seorang perempuan tua merekam adegan pesta seks mereka dan teman-temannya hanya untuk kesenangan. Humbert Humbert membunuh Cue di rumah mewah yang ditempati Cue, setelah ia yakin bahwa Cue tahu apa alasan ia harus dibunuh. Merebut cinta Lolita dan menghempaskannya begitu saja, adalah kejahatan serius di mata Humbert Humbert. Humbert Humbert pun pasrah dan tak merasa amat bersalah ketika ia ditangkap polisi.
Ceritanya memang berpusat pada seks, tapi kita ga akan menemukan kata-kata vulgar di dalamnya. Bahkan sering banget aku kaget dan berpikir: "Oh, mereka habis making love?" Padahal aku ga melewatkan satu kata pun di dalam paragraf itu loh! Bener-bener halus alur cerita dan permainan kata Vladimir Nabokov ini sehingga bukan 'sex scene'-nya yang perlu kita sorot. Vladimir Nabokov mengajak kita memahami isi pikiran Humbert Humbert yang aneh tapi penuh kasih sayang serta Lolita remaja yang bingung mencari pegangan setelah ditinggalkan Nyonya Haze dan terpaksa hidup menjadi 'budak seks' Humbert Humbert yang kini menjadi ayah tirinya. Ironis banget. Di satu sisi, kasihan sama HH. Tapi di sisi lain kita akan mengutuk HH yang merusak masa depan Lolita. Dan aku yakin, masih banyak pengidap pedofil di luar sana, setiap waktu menghantui anak-anak kita. Duh serem!
Oh ya, menurutku, halaman Pengantar seharusnya bisa dibagi dalam dua bagian. Latar belakang dan tujuan penulisan novel ini boleh ditulis di halaman Pengantar. Namun bagian kehidupan para tokoh setelah peristiwa di dalam cerita ini berakhir sebaiknya ada di halaman akhir, misalnya Epilog. Soalnya aku bingung tuh pas baca pertama-tama, ini apa sih? Siapa itu "Louise", ""Mona Dahl", dll? Apa untungnya aku tahu kalau Nyonya "Richard F. Schiller" meninggal dunia setelah melahirkan? Alhasil, aku baca halaman Pengantar lagi setelah selesai baca buku ini dan baru mengerti maksudnya. :D
Beli buku ini udah lama banget. Sampai rumah langsung disimpen di lemari masih dalam keadaan bersampul plastik tipis. Pas mau baca baru buka plastik pembungkusnya. Kertas nota pun ga ada. Jadi aku ga inget ini kapan & dimana belinya. Hiks.. bukan kebiasaanku banget. Itu pasti simpennya pas lagi slebor atau emang beli ngumpet-ngumpet takut ketahuan suami. Maklum, kalo udah di toko buku dan mata liat ada buku yang ada di daftar belanja, tangan susah banget dikontrol! Hihihi.. :P
Eh jadi, ini kisah nyata ga sih? Kelewat kenyataan satu itu deh! Ada yang tahu? Oya, jual buku secondnya di sini ya: http://dob2ndbooks.wordpress.com/2013/07/10/lolita-vladimir-nabokov/
Jatuh cinta itu indah. Siapapun yang merasakannya - muda atau tua, pria atau wanita, miskin atau kaya - pasti setuju pada pernyataan itu. Cinta akan jadi ga indah kalau bentuknya ga ideal seperti cinta bertepuk sebelah tangan, cinta antara sesama jenis, dan contoh hubungan lain termasuk cinta tak sehat antara pria paruh baya terhadap anak gadis usia 8-17 tahun. Pedofil. Iya, pedofil itu menyeramkan!
Lahir di Eropa dari keluarga kaya pemilik hotel, harus kehilangan ibu yang dikasihinya, jatuh cinta pada Annabel yang berusia beberapa bulan di bawah usianya sebelum Annabel meninggal karena sakit tifus. Mungkin di titik itulah Humbert Humbert terpasung. Terpasung pada sosok Annabel yang dicintainya, dimana kala itu gairah cinta mereka amat terkekang. Dan Humbert masih berusaha mencari pengganti Annabel pada tubuh-tubuh gadis remaja lainnya. Puluhan tubuh wanita pramuria tak memuaskan hasratnya. Bahkan istri pertama Humbert Humbert yang dinikahi di Amerika pun tak berhasil menyudahi gejolak penyaluran hasrat tersebut.
Profesor Humbert Humbert termasuk dalam jajaran orang terpandang di dalam bidang pendidikan. Banyak tulisannya masuk ke dalam materi kurikulum dan buku-bukunya disukai oleh para kritisi. Setelah keluar dari sanatorium dan dianggap cukup sembuh dari penyakitnya, Humbert Humbert mencari tempat tinggal di Ramsdale, New England, dengan bantuan McCoo, bekas pegawai perusahaan parfum pamannya. Dan di situ pencariannya berakhir, nyaris 25 tahun setelah kehilangan Annabel, Humbert Humbert jatuh hati pada Lolita.
Untuk dapat selalu dekat dengan Lolita, Humbert Humbert nekat mengawini Nyonya Haze ibu dari Lolita yang memang mencintainya dan telah menjanda sekian tahun. Topeng terbuka ketika Nyonya Haze yang iseng menemukan dan membaca isi buku catatan harian Humbert Humbert yang jelas tertulis bahwa Humbert Humbert mencintai Lolita dalam bentuk nafsu seks. Nyonya Haze ketakutan. Namun sayang, takdir memaksanya menemui ajal akibat tertabrak mobil saat ia berusaha mamasukkan surat ke kotak pos untuk menyelamatkan Lolita yang sedang berada di perkemahan musim panas.
Humbert Humbert kini bebas melakukan apa yang sudah dibayangkannya. Menolak bantuan para tetangga, menjemput Lolita, pergi berdua mengembara ke penjuru negeri, menemukan tempat-tempat strategis untuk dapat memuaskan hawa nafsu bejatnya, menghadiahi banyak barang agar mood Lolita tetap terjaga, memberi banyak larangan agar Lolita tetap menjadi miliknya dan berusaha untuk tetap tak menarik perhatian masyarakat sekitar.
Sekian tahun seperti itu, hingga Lolita remaja berani kabur. Humbert Humbert kelimpungan mencari Lolita. Mulai putus asa, Humbert Humbert menikah untuk yang kedua kalinya dengan seorang janda bernama Rita. Di usia ke 17, Lolita mengiriminya surat berisi permintaan bantuan dana untuk kelahirannya dan biaya hidup ia dan suami. Humbert Humbert pun meninggalkan Rita demi melacak alamat Lolita dan berhasil menemukannya. Lolita hidup di daerah terbuang, amat miskin, tapi ia merasa telah menemukan kehidupan yang selama ini ia dambakan dengan memiliki Dick sebagai suaminya sehingga ia tak mau kembali pada Humbert Humbert. Humbert Humbert tak jadi membunuh Dick. Ia berikan uang banyak untuk hidup Lolita. Humbert Humbert tahu siapa kini siapa musuhnya.
Cue, yang penuh dengan 'kebetulan' dapat 'bersinggungan' dalam beberapa tempo hidup Humbert Humbert dan Lolita, resmi jadi musuh HH. Lolita menyukai Cue, curhat ke Cue, dan Cue memegang rahasia hidup Lolita tersebut. Lolita diusir oleh Cue karena Lolita menolak perilaku Cue yang juga menyimpang. Penuh minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, dan dibalik banyak skenario drama romatis yang diciptakannya, Cue pun meminta seorang perempuan tua merekam adegan pesta seks mereka dan teman-temannya hanya untuk kesenangan. Humbert Humbert membunuh Cue di rumah mewah yang ditempati Cue, setelah ia yakin bahwa Cue tahu apa alasan ia harus dibunuh. Merebut cinta Lolita dan menghempaskannya begitu saja, adalah kejahatan serius di mata Humbert Humbert. Humbert Humbert pun pasrah dan tak merasa amat bersalah ketika ia ditangkap polisi.
Ceritanya memang berpusat pada seks, tapi kita ga akan menemukan kata-kata vulgar di dalamnya. Bahkan sering banget aku kaget dan berpikir: "Oh, mereka habis making love?" Padahal aku ga melewatkan satu kata pun di dalam paragraf itu loh! Bener-bener halus alur cerita dan permainan kata Vladimir Nabokov ini sehingga bukan 'sex scene'-nya yang perlu kita sorot. Vladimir Nabokov mengajak kita memahami isi pikiran Humbert Humbert yang aneh tapi penuh kasih sayang serta Lolita remaja yang bingung mencari pegangan setelah ditinggalkan Nyonya Haze dan terpaksa hidup menjadi 'budak seks' Humbert Humbert yang kini menjadi ayah tirinya. Ironis banget. Di satu sisi, kasihan sama HH. Tapi di sisi lain kita akan mengutuk HH yang merusak masa depan Lolita. Dan aku yakin, masih banyak pengidap pedofil di luar sana, setiap waktu menghantui anak-anak kita. Duh serem!
Oh ya, menurutku, halaman Pengantar seharusnya bisa dibagi dalam dua bagian. Latar belakang dan tujuan penulisan novel ini boleh ditulis di halaman Pengantar. Namun bagian kehidupan para tokoh setelah peristiwa di dalam cerita ini berakhir sebaiknya ada di halaman akhir, misalnya Epilog. Soalnya aku bingung tuh pas baca pertama-tama, ini apa sih? Siapa itu "Louise", ""Mona Dahl", dll? Apa untungnya aku tahu kalau Nyonya "Richard F. Schiller" meninggal dunia setelah melahirkan? Alhasil, aku baca halaman Pengantar lagi setelah selesai baca buku ini dan baru mengerti maksudnya. :D
Beli buku ini udah lama banget. Sampai rumah langsung disimpen di lemari masih dalam keadaan bersampul plastik tipis. Pas mau baca baru buka plastik pembungkusnya. Kertas nota pun ga ada. Jadi aku ga inget ini kapan & dimana belinya. Hiks.. bukan kebiasaanku banget. Itu pasti simpennya pas lagi slebor atau emang beli ngumpet-ngumpet takut ketahuan suami. Maklum, kalo udah di toko buku dan mata liat ada buku yang ada di daftar belanja, tangan susah banget dikontrol! Hihihi.. :P
Eh jadi, ini kisah nyata ga sih? Kelewat kenyataan satu itu deh! Ada yang tahu? Oya, jual buku secondnya di sini ya: http://dob2ndbooks.wordpress.com/2013/07/10/lolita-vladimir-nabokov/
Senin, 22 April 2013
Habibie & Ainun
Pak Habibie itu pinter banget. 75% isi buku ini bikin aku geleng2
kepala karenanya. Bisa menduduki jabatan tinggi di perusahaan Jerman
bahkan sering dimintai tolong oleh pemerintah Jerman berkat kepandaian
Pak Habibie dalam bidang teknik itu...luar biasa super. Hebatnya, Pak
Habibie itu tetep berusaha mengabdi pada Indonesia. Hah? Kok bisa gitu
ya? Ternyataaaa karena waktu beliau meninggalkan Indonesia tahun 60 itu
aura kebangsaan masih tinggi banget. Oh ya...klo gitu alasannya, maka
masuk akal lah Pak Habibie segitu cinta sama Indonesia.
Tapi sayang, seiring waktu, Pak Habibie mulai memahami bahwa Indonesia yg ia kenal sudah berubah. Kepentingan golongan dibungkus politik yg mencari keuntungan ekonomi mulai mendekatinya. Untunglah Pak Habibie punya iman yang kuat dan cinta yg besar dari seorang Bu Ainun, sehingga kejujuran dan kerendahhatian tetap ia pegang teguh.
Bu Ainun...hmm...luas banget hatinya. Selain pintar di bidang kedokteran, pandai pula menjaga keluarga. Dapet Pak Habibie yang fokus kerja sampe ga ngurusin detail rumah tangga dan bahkan menghadapi Pak Habibie yang cenderung keras kepala itu ga mudah loh. Tapi Pak Habibie memang ga bisa apa-apa saat Bu Ainun sakit. Seolah dunianya runtuh sehingga semua yang ia lakukan hanyalah demi kebaikan dan kesembuhan Bu Ainun aja. Ga heran sih kalau Pak Habibie seperti pincang saat Bu Ainun meninggal. Hebat bener deh cinta di antara mereka berdua. Bener-bener tulus dan teruji.
Aku habisin buku ini cukup lama banget. Sekitar 3 bulan. Berat. Berat banget baca kalimat-kalimat Pak Habibie. Bukan hanya karena bahasan dia tentang alam teknisnya, tapi juga karena kalimatnya terlalu detail kayak baca buku agenda yang ada tanggal dan poin penting meetingnya, terlalu penuh bahasa orang tua yang kadang muter-muter berusaha jaga image dan visi misinya, terlalu banyak pengulangan terutama bagian Pak Habibie mengungkapan cintanya pada Bu Ainun. Sumpah ini buku berat untuk saya di bagian teknis dan politis, dan sekaligus menyentuh di bagian cinta-cintaannya.
Oya, ada beberapa perbedaan dengan versi film, seperti saat Pak Habibie datang berhari Lebaran ke rumah Bu Ainun. Bukan Bapaknya Bu Ainun yang meminta mereka berdua jalan-jalan seperti di film, tapi memang Pak Habibie sendiri yang memintanya. Ya biasa lah, tetep enakan baca untuk dapetin keakuratan cerita, tapi enakan nonton kalau mau liat visualisasinya. :D
Makasih kakak Hilda yang udah mau pinjemin bukunya berbulan-bulan nginep di rumah saya. Hihihi...
Tapi sayang, seiring waktu, Pak Habibie mulai memahami bahwa Indonesia yg ia kenal sudah berubah. Kepentingan golongan dibungkus politik yg mencari keuntungan ekonomi mulai mendekatinya. Untunglah Pak Habibie punya iman yang kuat dan cinta yg besar dari seorang Bu Ainun, sehingga kejujuran dan kerendahhatian tetap ia pegang teguh.
Bu Ainun...hmm...luas banget hatinya. Selain pintar di bidang kedokteran, pandai pula menjaga keluarga. Dapet Pak Habibie yang fokus kerja sampe ga ngurusin detail rumah tangga dan bahkan menghadapi Pak Habibie yang cenderung keras kepala itu ga mudah loh. Tapi Pak Habibie memang ga bisa apa-apa saat Bu Ainun sakit. Seolah dunianya runtuh sehingga semua yang ia lakukan hanyalah demi kebaikan dan kesembuhan Bu Ainun aja. Ga heran sih kalau Pak Habibie seperti pincang saat Bu Ainun meninggal. Hebat bener deh cinta di antara mereka berdua. Bener-bener tulus dan teruji.
Aku habisin buku ini cukup lama banget. Sekitar 3 bulan. Berat. Berat banget baca kalimat-kalimat Pak Habibie. Bukan hanya karena bahasan dia tentang alam teknisnya, tapi juga karena kalimatnya terlalu detail kayak baca buku agenda yang ada tanggal dan poin penting meetingnya, terlalu penuh bahasa orang tua yang kadang muter-muter berusaha jaga image dan visi misinya, terlalu banyak pengulangan terutama bagian Pak Habibie mengungkapan cintanya pada Bu Ainun. Sumpah ini buku berat untuk saya di bagian teknis dan politis, dan sekaligus menyentuh di bagian cinta-cintaannya.
Oya, ada beberapa perbedaan dengan versi film, seperti saat Pak Habibie datang berhari Lebaran ke rumah Bu Ainun. Bukan Bapaknya Bu Ainun yang meminta mereka berdua jalan-jalan seperti di film, tapi memang Pak Habibie sendiri yang memintanya. Ya biasa lah, tetep enakan baca untuk dapetin keakuratan cerita, tapi enakan nonton kalau mau liat visualisasinya. :D
Makasih kakak Hilda yang udah mau pinjemin bukunya berbulan-bulan nginep di rumah saya. Hihihi...
Sabtu, 16 Februari 2013
Linguae
My rating: 3 of 5 stars
Ada 14 cerita pendek di buku ini, tapi hanya beberapa aja yang membekas di ingatanku. Hihihi... Tau sendiri kan bahasanya Seno Gumira Ajidarma (SAG) itu cantik banget, kadang terlalu berat untukku. :D
Pertama, aku suka Cermin Maneka. Imaginatif banget dengan cermin yang bisa membawa Maneka bepergian ke tempat-tempat tak terduga setiap harinya. Maneka yang hidup amat berkecukupan namun suka menyendiri, kali ini ia bahagia bisa ke hutan, ke negara lain, hanya melalui cermin. Perjalanan Maneka berhenti di pantai yang penuh kepedihan karena jalan kembali ke cermin tak dapat ia temukan. Aku belum ngerti sih ini maksud ceritanya apa, mungkin harus berhati-hati pada impian kita. Kasihan kan tuh emaknya Maneka jadi bingung kehilangan anak. :P
Cerita kedua yang ada di kepalaku adalah cerita ke-empat: Tong Setan. Setan di tong setan. Sumpah aku pusying baca ini. Hahahaha... SAG memuntar-muntir kata dan kalimat sehingga mataku ikut berputar seperti para motoris berputar-putar tanpa peduli ada atau tidak ada setan karena mereka lebih setan dari setan yang menggebu kesetanan tanpa satu setan pun bisa mengimbanginya kecuali cengangas cengingis dan cengengesan sebagaimana layaknya setan yang tidak bertanggung jawab atas apa pun kecuali dalam kualitas godaan yang tidak punya kesempatan.... Huaaaaa... itu baru tengah kalimat dan satu kalimat adalah satu paragraf! Gilaaakkk...
Cerita kelima ini cantik! Badak Kencana. Kisah legenda yang mengambil setting di Ujung Kulon, meyakini adanya sebuah badak penuh magis yang menjaga jumlah populasi badak-badak di sana. Ia dapat membuahi betina agar kembali hamil dan ia dapat membunuh para pemburu. Apa istimewanya badak yang satu ini? Tak banyak yang memiliki kesempatan melihatnya. Hanya jejak satu kakinya yang orang-orang temukan, dengan cahaya emas berpedaran pada jejak itu. Ketika tokoh utama berada di atas perahunya, badak kencana menampakkan diri hanya padanya. Badak itu berdiri dengan 1 kaki, tepatnya kaki kanan depan, berputar di tepi sungai seperti penari balet dalam cahaya keemas-emasan yang muram. Itu artinya badak kencana baru saja membunuh seorang pemburu yang mengancam populasi badak di Ujung Kulon.
Baca Linguae bikin saya pengen deket-deket suami! Ihiy! Baca ndiri aja deehhh :P Eh, padahal sih inti ceritanya bukan ke bagian sensor itu, tapi lebih ke cinta tanpa kata. Kemurnian cinta.
Cerita imaginatif lagi ada di kisah Joko Swiwi. Gadis TKI cantik yang tiap malam bercinta dengan pemuda ganteng dalam mimpinya, dimana ternyata pemuda itu amat buruk rupa dan suka ngiler di kehidupan nyata? Sang gadis hamil dan melahirkan tanpa pria yang mengaku suaminya, dinikahkan dengan pemuda buruk rupa dan suka ngiler oleh penduduk desa, melahirkan anak gagah ganteng yang memiliki sayap dan dapat terbang? Ketika ada wabah penyakit yang menyebabkan hampir semua unggas mati di desa-desa sekitar, mereka pun menyalahkan Joko Swiwi si anak bersayap tersebut. Lalu? Joko Swiwi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, melupakan impiannya untuk terbang ke kota dan berkuliah dengan otak pintarnya. Kasian Joko Swiwi :'(
Simsalabim!!! Setelah baca cerita ini, aku sempat sebel dan ikut emosi. Sesungguhnya hanya manusia itu sendirilah yang dapat mengubah nasibnya tanpa perlu menunggu orang lain memberikannya. Seperti cerita Simsalabim ini, seharusnya penduduk yang terkena musibah itu bangkit dan berdaya untuk mulai mengembalikan kehidupan mereka seperti tukang sulap yang berjalan dari desa ke desa melakukan pertunjukan demi keluarganya di kampung yang habis terkena banjir bandang. Eh malah tukang sulap dibunuh oleh mereka! :( Menyebalkan.
Eh iya, cerita Gerobak ini berangkat dari lumpur Lapindo yaa... Awalnya kupikir orang-orang dari Negeri Kemiskinan ini nyebelin banget, namun mereka punya alasan kuat di akhir kisah. Egoisme mereka yang punya kekayaan dan kekuasaan itu emang bener-bener sadis ya!
Cerita pendek terakhir yang teringat di ingatanku adalah "Kopi, dan Lain-lain. Tentang perselingkuhan. Aduh, selalu serem kalau baca tema ini. #ketokmeja
Well...nyadar ga sih kalau aku rada kebawa gaya penulisan SAG? Tuh ada beberapa kalimat yang majemuk kompleks. Hihihihi.... :P Hidup SAG!
Special thanks for mas Pratono yang udah berbaik hati mengirimkan buku ini padaku. #angkattopi
Sabtu, 14 April 2012
The Wednesday Letters: Surat Cinta di Hari Rabu
Laurel amat mencintai suaminya, Jack, yang terserang tumor otak ganas dan sewaktu-waktu dapat mencabut nyawa Jack. Begitu banyak peristiwa dalam pernikahan yang telah mereka lewati, baik senang maupun susah. Namun malam itu, ternyata maut mencabut nyawa Laurel terlebih dahulu karena serangan jantung. Jack panik, kepalanya pusing, tapi ia berhasil menulis surat terakhirnya sebelum maut ikut mencabut nyawanya. Laurel dan Jack meninggal berpelukan. Tak ada yang dapat memisahkan mereka.
A&P, tamu tetap di penginapan Domus Jefferson milik Laurel dan Jack Cooper, menemukan mereka pagi itu dan segera menghubungi paramedis, Samantha anak Laurel dan Jack, semua orang yang nomer teleponnya ada di buku catatan penginapan, serta Rain teman dekat keluarga Cooper yang merangkap sebagai manager penginapan.
Matthew, Malcolm, dan Samantha; ketiga anak Cooper pun akhirnya dapat berkumpul kembali setelah beberapa tahun terakhir. Di antara kesibukan acara pemakaman dan lain sebagainya, mereka menemukan beribu-ribu surat Jack untuk Laurel sepanjang pernikahan mereka. Ada surat yang menyatakan bahwa Malcolm ternyata bukan anak dari Jack, lalu apakah Laurel pernah berselingkuh dan memiliki anak haram? Siapakah ayah Malcolm? Tentang kepergian Malcolm ke benua lain karena cintanya pada Rain tak berbalas, sebenarnya apa yang terjadi pada malam ketika Malcolm meninju Nathan, yang kini resmi menjadi tunangan Rain?
Surat yang selalu ditulis pada hari Rabu ini berhasil menguak rahasia keluarga Cooper. Benar-benar menyentuh hati, kita jadi semakin menghargai kebersamaan dan kejujuran dalam keluarga, tingginya nilai persahabatan, pentingnya mengampuni dan memberi kesempatan kedua bagi orang lain. Jason F. Wright berhasil menyusun alurnya dengan baik, antara flashback dan cerita saat itu tak membuat kita bingung. Penyampaian cerita dan karakter-karakternya pun kuat dan bagus. Novel ini harus dibaca karena dapat mengubah cara pandang kita. Plus, covernya warna merah dengan design amplop ini sangat menarik! :)
Senin, 06 Juni 2011
Anak Semua Bangsa

Ga akan banyak kalimat yang kutulis untuk buku Anak Semua Bangsa ini.
Masih sama seperti buku pertama dari tetraloginya, PAT konsisten terhadap alur - gaya bahasa - karakter penokohan dalam buku kedua ini.
Kali ini Minke mulai melihat keluar, mengetahui bahwa Nederland tidak selalu pantas diagungkan, bahwa banyak negara lain yang mampu bangkit berjuang melawan penjajahnya, dan melihat bahwa terlalu banyak yang harus dibereskan di negerinya - Hindia Belanda.
Dan Nyai Ontosoroh semakin terdesak oleh Ir.Mellema, anak sah dari suaminya.
Semakin seru, semakin bikin penasaran!
Thx to Mbak Immi yang udah minjemin buku ini. :)
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Jenis Cover: Paperback
Jumlah Halaman: 539
Tahun Terbit: 2006
Penerbit: Lentera Dipantara
Terbit Pertama kali Tahun: 1980
ISBN13: 9789799731241
Kamis, 02 Juni 2011
Penggambar Mimpi
read: Jul 17, '09
Aku selalu suka cerita yang menyimpan kejutan pada tiap akhirnya.
Mengingatkanku pada cerpen2 karanganku saat di SMP dulu.
Apalagi sebagian ide ceritanya juga pernah kutuliskan.
Tentang kehidupan romantis anak muda, tentang cita-cita, mimpi, juga segala kegagalan.
Mungkin karena terlalu banyak kemiripan denganku itulah aku memberikan 4* pada cerpen ini.
Next project: cari buku2 dari 4 pengarang ini!
~*~*~*~*~*~*~*~
Pengarang: Nandiasari, Nilam, Nurkastelia, Runi
Jenis cover: Paperback
Jumlah halaman: 90
Terbit: Juli 2008
Penerbit: BalonUdara Publishing
ISBN13: 9789791816403
Kamis, 19 Mei 2011
Cari Aku di Canti
Buku ini berisi cerita-cerita pendek.
Ceritanya sekitar masalah sosial di kota-kota kecil dan daerah pedalaman di Indonesia.
Banyak mengangkat mengenai kehidupan sederhana, dimana uang belum terlalu populer karena barter sudah menjadi kebiasaan; mengenai hutan-hutan yang dirambah dan ditebangi secara illegal karena tanah yang mereka miliki tidak ada sertifikatnya, dan hal-hal seperti itu.
Dari segi ceritanya, aku beri 4 poin.
Dari segi bahasanya yang sangat sastra, aku beri 3,5 poin.
Tapi kenapa sekarang aku beri 2 poin saja untuk buku ini?
- Karena aku tidak bisa mengikuti ceritanya dengan baik,
- karena terlalu banyak kosakata baru dari daerah-daerah di luar pulau Jawa,
- karena terlalu sastra yang menyebabkan aku menjadi bosan.
Maafkan akuuu....
~*~*~*~*~*~*~*~*
Penulis: Wa Ode Wulan Ratna
My rating: 2 of 5 stars
read: Jul 14, '09
Ceritanya sekitar masalah sosial di kota-kota kecil dan daerah pedalaman di Indonesia.
Banyak mengangkat mengenai kehidupan sederhana, dimana uang belum terlalu populer karena barter sudah menjadi kebiasaan; mengenai hutan-hutan yang dirambah dan ditebangi secara illegal karena tanah yang mereka miliki tidak ada sertifikatnya, dan hal-hal seperti itu.
Dari segi ceritanya, aku beri 4 poin.
Dari segi bahasanya yang sangat sastra, aku beri 3,5 poin.
Tapi kenapa sekarang aku beri 2 poin saja untuk buku ini?
- Karena aku tidak bisa mengikuti ceritanya dengan baik,
- karena terlalu banyak kosakata baru dari daerah-daerah di luar pulau Jawa,
- karena terlalu sastra yang menyebabkan aku menjadi bosan.
Maafkan akuuu....
~*~*~*~*~*~*~*~*
Penulis: Wa Ode Wulan Ratna
My rating: 2 of 5 stars
read: Jul 14, '09
Senin, 16 Mei 2011
Sky Burial (Pemakaman Langit)
Perjuangan seorang wanita muda (Wen) yang mencari suaminya ini sungguh membuatku termenung. Baru juga menikah beberapa hari, tiba-tiba sang suami harus berangkat ke Tibet untuk menjadi salah seorang dokter dalam operasi militer China. Beberapa minggu menunggu kabar, tak dinyana malah surat dari atasannya mengabarkan bahwa sang suami meninggal tanpa keterangan. (Sinopsis bisa dibaca di sini)
Senin, 09 Mei 2011
Serbuk Bintang
| Category: | Books |
| Genre: | Childrens Books |
| Author: | Neil Gaiman |
read: Jun 17, '09
Hohoho... aku suka sekali ceritanya!
Bener-bener seperti cerita fantasi jaman SD dulu yang biasa kupinjam dari perpustakaan TIM.
Banyak peri, orang katai, siluman, penyihir, dan lainnya.
Penuturan cerita ini menurutku agak terlalu cepat, mungkin Gaiman tidak mau terjebak dalam deskriptif yang meluas.
Tapi cukup membuatku membayangkan seperti apa bentuk si bintang, si burung, kuda bertanduk, dst.
Kadang berpikir, susah ga ya Mbak Femmy menerjemahkan cerita fantasi seperti itu?
Inti yang kuperoleh dari cerita ini adalah: kadang perlu kebodohan teramat sangat agar mendapatkan kebijakan dan pengalaman gila dalam hidup kita yang sesaat ini. Untung saja segalanya seimbang, sehingga hasilnya pun memuaskan banyak pihak. :)
Aku suka Neil Gaiman....!!!
Seperti ga hidup di jaman sekarang aja ya tu oraaaanggg....! :P
Rabu, 04 Mei 2011
Tea For Two
| Category: | Books |
| Genre: | Parenting & Families |
| Author: | Clara Ng |
rating: 2 of 5 stars
read: Apr 21, '09
KDRT.
Clara Ng mengangkat cerita seorang wanita yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ternyata terjadi juga pada wanita berpendidikan sarjana dan berkarir tinggi. KDRT tidak mengenal usia dan fisik. Kita sebagai wanita seharusnya dapat jernih melihat situasi yang sedang kita alami. Apakah berada dalam cinta sesungguhnya ataukah sedang sakaw pada perhatian pria? Segera cari jalan keluarnya, pertama pasti melalui komunikasi, hingga yang paling pahit adalah perceraian, daripada menanggung derita jasmani maupun rohani.
Awalnya aku bete banget baca bab-bab awal pada buku ini. Terlalu sering bersenang-senang dan hang-out dengan genk wanitanya, kupikir Sassy adakalanya perlu waktu sendiri untuk evaluasi segala hal agar ada keseimbangan antara kerja-teman-pribadi. Kualitas lebih penting daripada kuantitas, kan?
Sassy juga terlalu bodoh. Hal ini ditunjukkan pada bagian Sassy tak berani melawan Alan, suaminya, yang kerap menyiksa melalui fisik dan perkataan tajam. Kupikir Alan-lah yang harus dibawa ke psikiater karena terlalu obsesif dan persuasive. Sakit, tepatnya. Bagaimanapun juga, aku berpendapat, pria juga manusia yang kadang memiliki kesalahan-kekhilafan. Dan pada saat itulah kita sebagai wanita harus memegang peran untuk meluruskan kembali pada kebenaran dan pada komitmen pernikahan. Kesamaan derajat, tanpa melalaikan kewajiban. Jangan terlalu terlena dan tak peduli melihat kenyataan bahwa perhatian mesra yang melimpah ruah dari Alan tersebut pasti menyimpan sesuatu hal buruk. Toh memang tak ada manusia yang sempurna. Kecurigaan harus muncul, untuk kemudian kita cari kebenaran dan kebiasaannya, sehingga pada saat memutukan pernikahan digelar, tak ada yang kecewa maupun dirugikan. Ladies…wake up! Bu Kartini bisa sedih kalau kita pasrah sama nasib ya… :D
Back to book, ternyata pada bab-bab akhir buku, aku terharu pada perhatian tulus dari Mama dan teman-teman genk Sassy. Betapa besar artinya bagi mental Sassy yang tengah terpuruk, sehingga kemudian bangkit menjelang masa depan bersama Emma si kecil.
Selasa, 03 Mei 2011
Ronggeng Dukuh Paruk
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Ahmad Tohari |
rating: 4 of 5 stars
read: Apr 18, '09
Kuingatkan, bacaan untuk para pembaca dewasa.
Novel ini merupakan hasil karya Ahmad Tohari pada tahun 1981.
Tahun kelahiranku.
Mengisahkan kehidupan masyarakat sebuah dukuh kecil yang tak bergelora jika tak ada ronggeng menari dengan diiringi suara calung dan alat musik pendukung lainnya.
Ronggeng, yang tak dapat tidak untuk dikaitkan dengan 'kebutuhan badaniah' lainnya.
Profesi yang kuyakini telah berumur ribuan tahun, termasuk dalam jajaran profesi tertua di dunia.
Kupikir, sebagai perempuan, aku ikut bangga terhadap Srintil - si ronggeng.
Terlepas dari penari plus-plus tersebut, Srintil membuktikan bahwa perempuan sungguh dapat menaklukkan lelaki.
Namun kusadari juga bahwa posisi 'di atas' itu tidak selalu baik.
Ada kekosongan yang pada saatnya akan datang menyelinap hati.
Dalam buku ini, Srintil tak bisa melupakan Rasus - teman sepermainannya sejak kecil - lebih dari itu, dia mencintai Rasus.
Problem yang akan muncul jika seorang ronggeng menikah adalah melemahnya denyut nadi dukuh tersebut.
Kepentingan orang banyak dikalahkan.
Oleh sebab itu, Rasus mundur dan lebih memilih untuk serius berkarir sebagai tentara.
Acap kali kita pun berada pada posisi itu.
Ingin hati memilih sesuatu namun tak kuasa memutuskan karena kepentingan orang banyak akan dikorbankan.
Uh...pusing.
Tapi Srintil tak kuat.
Setelah tak sengaja terlibat dalam peristiwa 1965, ia ditahan dalam penjara karena dianggap sebagai bagian dari kaum komunis, direndahkan oleh masyarakat luas karena telah berstatus sebagai bekas tahanan, hingga diperdaya habis-habisan oleh pria hidung belang....Srintil menjadi gila.
Gila. Gila dalam arti sesungguhnya.
Rasus datang terlambat.
Menyesal sedalam-dalamnya.
Dan bertekad untuk total mengurus Srintil, dan Dukuh Paruk tanah kelahirannya.
Semangat ini memudar mengingat begitu banyak orang miskin dan lugu menjadi bulan-bulanan orang kaya dan pengusaha.
Dan ternyata hal itu masih terjadi sampai kini.
Apa yang seharusnya kita lakukan?
Sementara aku bukan seorang pejabat pemerintahan?
Dan bila aku menjadi aktivis yang membela rakyat kecil pun akan dilibas oleh roda pemerintahan.
Pesimis...ya!
Tapi jika banyak orang yang berpikiran seperti aku, dan bergabung menjadi satu, mungkin akan ada perubahan.
Sedikit demi sedikit.
Optimis...harus!
Oya, buku ini banyak bahasa Jawa-nya. Aku lewati bagian itu karena tidak terlalu mengerti bahasa Jawa.
Dan terlalu banyak deskripsi alam, yang sesungguhnya jika tak terlalu banyak, sangat indah. Mulai pertengahan buku, banyak kulewati bagian itu, karena aku tak tahu seperti apakah burung alap-alap itu, keket, cabak, dan sebagainya. Sedihnya aku... tak kutemukan itu semua di kota.
Aku suka cara bercerita Ahmad Tohari.
Aku menanti jika saja ada produser yang berminat memfilmkan novel ini.
Berat memang, masalah politik dan kevulgarannya terlalu nyata.
Tapi sungguh...bagus. Empat bintang kuberikan padanya.
Thanks to Mas Aldo yang udah ngijinin aku baca duluan bukunya ini. :D
Kamis, 28 April 2011
Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis
| Category: | Books |
| Genre: | Religion & Spirituality |
| Author: | Paulo Coelho |
rating: 5 of 5 stars
read: Feb 25, '09
Memilih melayani Tuhan dalam hidup ini tidak harus melalui hidup selibat, namun juga dapat melalui bentuk yang lain, salah satunya adalah hidup perkawinan. Cinta yang kita berikan pada pasangan adalah cinta kepada Tuhan juga. Kita hanya memerlukan iman untuk dapat memiliki karunia-karunia dan mendapatkan mujizat-Nya.
Buku ini menurutku Katolik banget, juga berani karena mengangkat sisi ke-feminim-an Tuhan melalui Bunda Maria. Hebat karena buku ini bisa diterima oleh publik dengan baik. Di sini kita diajarkan untuk merasakan kehadiranNya dalam segala sesuatu. Di dalam kabut, dalam goa, dalam udara, dalam hangat sinar mentari, dalam air, dan sebagainya. Kepatuhan pada kehendaknya adalah jalan terbaik bagi hidup kita. Namun kuncinya juga terletak pada iman sehingga kita dapat mendengar kehendakNya. I LOVE THIS BOOK!!
Selasa, 26 April 2011
Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Dee |
rating: 2 of 5 stars
read: Feb 9, '09
Dari sekian banyak cerpen di dalam buku ini, aku cuma suka 2 cerita aja. Filosopi Kopi dan Rico de Coro.
Dari Filosopi Kopi, sekali lagi, Dee berhasil membuatku pengen punya bisnis sendiri.
Dari Rico de Coro, bahwa cinta itu benar buta. Coro bisa mencintai manusia. Bahkan berkorban sampai mati demi cintanya itu.
Hihihi...what a story.... :)
Chicken Soup for the Soul - Pelajaran Berharga dan kisah-kisah nyata menyentuh lainnya
| Category: | Books |
| Genre: | Comics & Graphic Novels |
| Author: | Jack Canfield, dkk |
rating: 5 of 5 stars
read: Jan 20, '09
Kumpulan cerita pendek di dalam buku ini benar-benar membuatku berpikir kembali tentang apa yang telah dan akan kuperbuat. Aku jadi mengoreksi diri dan belajar yang terbaik dilakukan dalam hidup ini.
Cerita yang paling kusuka itu yang berjudul Senyum Terindah, disusul dengan:
- Belajar dari Kesalahan
- Batu-batu ajaib
- Lakukan Tindakan & Kebaikan Mulia Sederhana secara Spontan
- Ingat, Kita Membesarkan Anak, bukan Bunga!
- Wilma Rudolph
- Malaikat Tercantik
- Gambar yang Indah
Wow... Ternyata 8 dari 12 cerita di buku ini sangat berkesan untukku ya!
Ayo kita bahas sedikit tentang Senyum Terindah. Seorang anak kecil di suatu pagi yang cerahh berpikir dimana kiranya Tuhan. Dia memutuskan untuk mencariNya. Dia ambil tas ransel, diisinya dengan cokelat & minuman kaleng, kemudian ia berjalan keluar rumah.
Hari sudah siang ketika ia sampai di taman. Kelelahan, ia beristirahat di sebuah bangku panjang yang telah diduduki oleh seorang nenek. Anak itu mengeluarkan cokelatnya, tapi kemudian menawarkan pada nenek itu. Dia pikir mungkin nenek itu lapar. Dan nenek menerimanya sambil tersenyum manis. Si anak senang sekali & ingin melihat senyum itu lagi. Ia keluarkan minumannya dan diberikan pada nenek. Nenek menerimanya dengan tersenyum manis lagi. Waaa.....senang sekali hati si anak. Sepanjang siang itu mereka menghabiskan waktu di bangku taman tersebut, tanpa berbincang-bincang, hanya tersenyum sambil mengagumi indahnya siang itu di taman yang rimbun dengan pepohonan dan sekelompok merpati yang bermain di dekat mereka.
Sore menjelang. Si anak sadar bahwa ia harus pulang. Dia beranjak namun kemudian berbalik berhambur pada nenek, memeluk nenek dengan sayang. Nenek membalas pelukannya dan tersenyum sangat indah, senyuman terindah yang pernah si anak lihat.
Ketika tiba di rumah, ia berkata pada ibunya bahwa ia baru saja makan siang dengan Tuhan di taman. Tuhan yang memiliki senyum terindah! Dan tahukan kamu bahwa cerita ini tak berhenti di sini? Di rumah, Nenek berkata pada anaknya bahwa ia baru berbagi cokelat dengan Tuhan, Tuhan yang masih sangat muda! Hihi...lucu yaa...
Cerita ini begitu naif, tapi mengandung makna dalam. Tuhan itu ada dimana-mana. Dalam diri semua orang yang memancarkan kebaikan dan ketulusan. Tak memandang usia & warna kulit. Tak mengenal agama & suku. Tuhan ada di dalam orang miskin, kaya, sehat, cacat, dan sebagainya. Hanya masalah bagaimana kita secara pribadi dapat menemukanNya. Coba deh...
Eits! Belum bahas tentang graphic pictures-nya. Iya….gambarnya bagus-bagus, seperti komik Korea. Ya iya lah, yang bikin kan Kim Donghwa, sang kartunis dari Korea. Berwarna pula. Ga rugi mengeluarkan kocek 48rb untuk buku ini kok...
Rectoverso
| Category: | Books |
| Genre: | Romance |
| Author: | Dee |
rating: 2 of 5 stars
read: Dec 20, '08
RectoVerso..jualan musik sekaligus buku..gaya baru dalam dunia industri.
Ada sebelas cerita di dalam buku ini, aku merasakannya sebagai tulisan cewek banget. Banyak perasaan & hati cewek yang dituangkan di sini. Dee banget.
Malaikat juga Tahu...aku lebih suka lagunya daripada ceritanya. Abis ceritanya ga happy ending sih...eh happy buat satu tokoh, bad buat tokoh lain sih..
Cicak di Dinding...bikin aku penasaran apa bener ada cat illumination kayak gitu ya? Kalo ada pengen beli, tapi ga akan gambar cicak ah, jijik...!!
Firasat....idenya menarik sih, andai aku bisa punya firasat yang tajam seperti tokohnya. Tapi beda versi...aku pengen punya firasat tiap mau dapet uang! Yeiy! :D
Cerita yang laen? Kurang membekas di ingatanku deh... Buku ini lebih banyak isi curhatnya yah, jadi cocok sama designnya yang mirip diary. Foto2nya bagus pula. Tapi ya itu tadi, karena terlalu banyak monolog, aku sering bosan bacanya. Untuk buku setipis ini, ada hampir sebulan kali.. makanya aku pengen kasih 2.5 bintang, tapi karena ga ada ya udah 2 aja. Yah, setidaknya buku ini bikin aku optimis untuk mulai bikin cerpen lagi ya...ga perlu selalu punya ide cerita briliant untuk bikin cerpen. :)
The Brida
| Category: | Books |
| Genre: | Parenting & Families |
| Author: | Paulo Coelho |
rating: 3 of 5 stars
read: Nov 17, '08
Kok aku susah banget ya bikin review untuk buku ini?Mungkin karena temanya tentang soulmate.
Aku masih kurang sreg & paham tentang soulmate ini. Menurutku, soulmate ga bisa ditemukan dalam pandangan pertama. Menurutku itu adalah first love. Soulmate bisa kita katakan kalau sudah teruji oleh waktu-senang-sedih. Tapi karena itulah tokohnya adalah seorang witch, jadi wajar aja buatnya kalau bisa menemukan soulmate pada pandangan pertama. Tumben nih aku ga setuju dengan buku paulo coelho.
Sebelas Menit (Eleven Minutes)
| Category: | Books | ||
| Genre: | Health, Mind & Body | ||
| Author: | Paulo Coelho |
Read: Jul 7, '08
Buku pertama Paulo Coelho yang paling sulit kupahami, sampai-sampai ga bisa bikin review. Hiks...
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)