Ga nyangka endingnya bakal seperti ini walau udah denger kasak-kusuk
dari pembaca lain. Ceritanya tentang koloni alien yang hendak...eh
mereka mau ngapain ya? >_<
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 April 2016
Jumat, 29 Januari 2016
Sisters Red (Dua Saudari Bertudung Merah)
Kembali baca buku fiksi, senengnya pakai banget! Hihi... Mana kita tau kalau ternyata ada banyak warewolf alias fenris di sekitar kita? Mana mereka mengincar banyak gadis pula! Tentunya yang diincar adalah wanita muda yang terlihat kosong & menarik mata pria. Tuh...hati-hati, ladies!
Karena dua kakak adik ini mengalami sendiri bagaimana cara manusia serigala menghabisi nenek mereka, maka mereka berniat untuk melawan semua warewolf yang dapat mereka temui. Eh ga cuma melawan, tapi mencari & niat membunuh. Ga sekedar karena dendam, tapi juga agar tak banyak gadis yang nasibnya seperti mereka.
Senin, 28 September 2015
Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
Kumpulan 20 cerita pendek ini disusun urut berdasarkan judul, bukan peringkat bagus ga-nya menurut juri lomba menulis cerpen Fantasy Fiesta 2011.
Langsung aja aku kasih pendapat beberapa cerpen yang berbekas di ingatan dan berhasil menyentuh hatiku yah. #taelah :P
Langsung aja aku kasih pendapat beberapa cerpen yang berbekas di ingatan dan berhasil menyentuh hatiku yah. #taelah :P
Selasa, 05 Mei 2015
Fortunately, The Milk (Untunglah, Susunya) - Neil Gaiman
Si Ayah ngelesnya jago bener deh. Masa' beli susu lama banget, bilangnya abis diculik alien. Padahal mah si Ayah keenakan ngobrol sama kenalannya tuh. Hahaha..
Senin, 10 November 2014
Gelombang
Gelombang, Novel Supernova karya Dewi "Dee" Lestari yang keenam akhirnya terbit! Buru-buru order di sebuah online shop, eh beruntung banget dapet yang edisi spesial alias dapet tanda tangan Dee dan buku cetakan pertama yang ke 1721. Yippie!!! Mungkin karena si online shop sempet salah kirim paket ke aku, dimana paket orang lain yang kuterima sehingga aku jadi bantu kirim tu paket ke ybs, maka si online shop berbaik hati ngasih Novel Supernova Gelombang ini yang edisi spesial kali yaa... Rejeki anak sholehah. Qiqiqiqiq...
Sabtu, 16 Februari 2013
Linguae
My rating: 3 of 5 stars
Ada 14 cerita pendek di buku ini, tapi hanya beberapa aja yang membekas di ingatanku. Hihihi... Tau sendiri kan bahasanya Seno Gumira Ajidarma (SAG) itu cantik banget, kadang terlalu berat untukku. :D
Pertama, aku suka Cermin Maneka. Imaginatif banget dengan cermin yang bisa membawa Maneka bepergian ke tempat-tempat tak terduga setiap harinya. Maneka yang hidup amat berkecukupan namun suka menyendiri, kali ini ia bahagia bisa ke hutan, ke negara lain, hanya melalui cermin. Perjalanan Maneka berhenti di pantai yang penuh kepedihan karena jalan kembali ke cermin tak dapat ia temukan. Aku belum ngerti sih ini maksud ceritanya apa, mungkin harus berhati-hati pada impian kita. Kasihan kan tuh emaknya Maneka jadi bingung kehilangan anak. :P
Cerita kedua yang ada di kepalaku adalah cerita ke-empat: Tong Setan. Setan di tong setan. Sumpah aku pusying baca ini. Hahahaha... SAG memuntar-muntir kata dan kalimat sehingga mataku ikut berputar seperti para motoris berputar-putar tanpa peduli ada atau tidak ada setan karena mereka lebih setan dari setan yang menggebu kesetanan tanpa satu setan pun bisa mengimbanginya kecuali cengangas cengingis dan cengengesan sebagaimana layaknya setan yang tidak bertanggung jawab atas apa pun kecuali dalam kualitas godaan yang tidak punya kesempatan.... Huaaaaa... itu baru tengah kalimat dan satu kalimat adalah satu paragraf! Gilaaakkk...
Cerita kelima ini cantik! Badak Kencana. Kisah legenda yang mengambil setting di Ujung Kulon, meyakini adanya sebuah badak penuh magis yang menjaga jumlah populasi badak-badak di sana. Ia dapat membuahi betina agar kembali hamil dan ia dapat membunuh para pemburu. Apa istimewanya badak yang satu ini? Tak banyak yang memiliki kesempatan melihatnya. Hanya jejak satu kakinya yang orang-orang temukan, dengan cahaya emas berpedaran pada jejak itu. Ketika tokoh utama berada di atas perahunya, badak kencana menampakkan diri hanya padanya. Badak itu berdiri dengan 1 kaki, tepatnya kaki kanan depan, berputar di tepi sungai seperti penari balet dalam cahaya keemas-emasan yang muram. Itu artinya badak kencana baru saja membunuh seorang pemburu yang mengancam populasi badak di Ujung Kulon.
Baca Linguae bikin saya pengen deket-deket suami! Ihiy! Baca ndiri aja deehhh :P Eh, padahal sih inti ceritanya bukan ke bagian sensor itu, tapi lebih ke cinta tanpa kata. Kemurnian cinta.
Cerita imaginatif lagi ada di kisah Joko Swiwi. Gadis TKI cantik yang tiap malam bercinta dengan pemuda ganteng dalam mimpinya, dimana ternyata pemuda itu amat buruk rupa dan suka ngiler di kehidupan nyata? Sang gadis hamil dan melahirkan tanpa pria yang mengaku suaminya, dinikahkan dengan pemuda buruk rupa dan suka ngiler oleh penduduk desa, melahirkan anak gagah ganteng yang memiliki sayap dan dapat terbang? Ketika ada wabah penyakit yang menyebabkan hampir semua unggas mati di desa-desa sekitar, mereka pun menyalahkan Joko Swiwi si anak bersayap tersebut. Lalu? Joko Swiwi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, melupakan impiannya untuk terbang ke kota dan berkuliah dengan otak pintarnya. Kasian Joko Swiwi :'(
Simsalabim!!! Setelah baca cerita ini, aku sempat sebel dan ikut emosi. Sesungguhnya hanya manusia itu sendirilah yang dapat mengubah nasibnya tanpa perlu menunggu orang lain memberikannya. Seperti cerita Simsalabim ini, seharusnya penduduk yang terkena musibah itu bangkit dan berdaya untuk mulai mengembalikan kehidupan mereka seperti tukang sulap yang berjalan dari desa ke desa melakukan pertunjukan demi keluarganya di kampung yang habis terkena banjir bandang. Eh malah tukang sulap dibunuh oleh mereka! :( Menyebalkan.
Eh iya, cerita Gerobak ini berangkat dari lumpur Lapindo yaa... Awalnya kupikir orang-orang dari Negeri Kemiskinan ini nyebelin banget, namun mereka punya alasan kuat di akhir kisah. Egoisme mereka yang punya kekayaan dan kekuasaan itu emang bener-bener sadis ya!
Cerita pendek terakhir yang teringat di ingatanku adalah "Kopi, dan Lain-lain. Tentang perselingkuhan. Aduh, selalu serem kalau baca tema ini. #ketokmeja
Well...nyadar ga sih kalau aku rada kebawa gaya penulisan SAG? Tuh ada beberapa kalimat yang majemuk kompleks. Hihihihi.... :P Hidup SAG!
Special thanks for mas Pratono yang udah berbaik hati mengirimkan buku ini padaku. #angkattopi
Rabu, 08 Agustus 2012
The Graveyard Book
Penulis: Neil Gaiman
My rating: 5 of 5 stars
Sumpeehhh... baru buka bukunya aja udah disuguhin sama adegan thriller pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pria bernama Jack. Si Jack ini membantai keluarga, tapi cuma si baby yang kamarnya di atas itu yang selamat. Entah bagaimana, si baby merasa bosan di tempat tidurnya, memanjat keluar box, merangkak turun tangga, melihat pintu depan rumah terbuka, dan... voila, jalan-jalan deh dia hingga tiba selamat sentosa di sebuah komplek pemakaman tak jauh dari sana. Pasangan hantu, Owens, yang melihatnya terkaget-kaget. Bagaimana bayi umur setahun ini bisa tiba di pemakaman? Tak lama, ada kabut dan cahaya tipis yang menghampiri Owens. Orang tua si bayi. Mereka memohon Keluarga Owens untuk menjaga si bayi dari orang yang membunuh mereka. Maka malam itu juga, si bayi diangkat menjadi anak keluarga Owens.

Jack kelimpungan mencarinya di dalam rumah. Perintah mesti dijalankan dengan sempurna, semua anggota keluarga harusnya ia bunuh malam itu juga. Disusurinya jalanan. Ia curiga anak itu masuk ke daerah pemakaman. Semua pagar sudah terkunci, bagaimana cara anak itu masuk? Penjaga pemakaman pun menyuruhnya pulang, tak ada anak manusia di situ. Jack kesal. Penasaran. Misinya gagal.
Malam itu penghuni pemakaman geger. Para hantu, roh halus, warewolf, ghouls dan sebagainya berkumpul membicarakan peristiwa tersebut. Keluarga Owens bersikeras tetap akan membesarkan si bayi. Menyerah, mereka pun akhirnya rapat hendak memberi nama si bayi. 300 kepala, 300 ide nama. Silas pun memutuskan untuk memberinya nama Nobody Owens, yang dipanggil dengan nama Bod. Silas berjanji akan menjadi penjaganya. Menjaga dari semua manusia terutama Jack si Pembunuh dan terhadap dunia roh yang mungkin akan mencelakai Bod. Bod diberi keistimewaan dari para penghuni makam, yaitu dapat melihat dalam gelap, dapat memasuki kuburan-kuburan dan tempat-tempat yang terlarang dimasuki oleh manusia, serta diajari kosakata bahasa roh halus dan dapat menghilang, tersamar dalam gelap seperti para hantu, dapat memasuki mimpi manusia, dan sebagainya.
Beranjak remaja, Bod mulai ingin tahu kehidupan manusia sesungguhnya. Petualangan demi petualangan dilakukannya. Di umur 4 tahun, ia berteman dengan seorang anak perempuan yang umurnya 5 tahun. Scarlet namanya. Ia dibawa ibunya sesekali waktu ke pemakaman untuk mengenalkan Scarlet pada alam. Bersama Scarlet, Bod menghadapi petualangan mendebarkan di sebuah kuburan. Tak lama setelah itu, Scarlet pindah ke kota lain.
Di bab ke-3, Bod menjelajah dunia roh yang dipenuhi oleh ghouls. Di sini ia dibantu oleh Mrs. Lupescu guru pengganti di saat-saat Silas harus melanglang ke bagian dunia yang lain. Yaakk... di sini saya bingung ngebayanginnya. Fantasi banget deh, mana banyak kosakata yang aku ga ngerti. Hihihi...
Bod pun pernah keluar kompleks pemakaman dalam usahanya mencari uang. Ia hendak membeli batu nisan untuk Lisa, sahabat barunya, yang meninggal dibunuh masyarakat karena dirinya adalah penyihir. Di toko antik ini pula ia menghadapi petualangan yang tak mungkin ia lupakan, karena ternyata pemilik toko menyekapnya agar dapat memiliki cincin permata berkepala 3 ular yang penuh daya sihir. Untung saja ia diselamatkan Lisa dari keculasan pemilik toko.
Bod pernah sekolah di sekolah umum, yang isinya penuh dengan anak-anak seusianya. Di sini, ia harus berusaha menjauh dari anak-anak agar tak seorang pun mengingatnya. Tapi hati nuraninya tak dapat menahan diri saat harus berhadapan dengan Nick & Mo, yang menjadi preman sekolahan. Masalah demi masalah Bod lewati dengan bantuan Lisa dan Silas, hingga ia tunduk pada saran Silas supaya cabut aja dari sekolah.
Lama-kelamaan, jejak Bod tercium oleh Jack, pembunuh keluarganya, yang kembali mencarinya dengan teknik lain. Hiks.. apakah kali ini Bod sudah dapat menjaga keselamatan dirinya sendiri tanpa bantuan Silas? Apa sih yang Jack inginkan dari Bod? Lalu apakah Bod bakalan seumur hidup tinggal di pemakaman? Eh lupa cerita bagian Danse Macabre, dimana para manusia berdansa tengah malam bersama para hantu. Ih seruuu.... Nah mule penasaran kaann... Baca sendiri yaa… :)
Sukaaaa banget sama dongeng-dongeng khas papa Neil Gaiman! Sejak awal pertama aku baca Anansi Boys, jadi langsung jatuh cinta sama kegilaannya menjelajah dunia antah berantah monster, magis, gelap, teror, dll. Begitu dapet pinjeman Coraline & Stardust, langsung babat habis dan beli DVD-nya. Sayang aku belom baca Neverwhere, American Gods & Sandsman. :( Selalu yang ada di kepalaku: "Kok ya kepikiran bikin cerita model gini?". Saluuutt...
Oh ya, sukaaa banget juga sama ilustrasi yang dibuat oleh Dave McKean di novel ini. Maklum, saya ga bisa gambar tapi rada belagu klo urusan seni, jadi begitu liat gambarnya langsung tahu ini coretan spidol keren abis. *pongah* :P
Akhir kata, apakah manusia lebih baik daripada hantu, warewolf, roh, arwah dan sebagainya? Atau lebih jahat? Hehehe... carilah jawabannya di buku ini dan di dunia kita ini. ;)
Makasih buat Jippie & her bf yang udah mau disibukin untuk beli di Filipin, demi mengejar harga yang murah daripada beli di Indo. :D
My rating: 5 of 5 stars
Sumpeehhh... baru buka bukunya aja udah disuguhin sama adegan thriller pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pria bernama Jack. Si Jack ini membantai keluarga, tapi cuma si baby yang kamarnya di atas itu yang selamat. Entah bagaimana, si baby merasa bosan di tempat tidurnya, memanjat keluar box, merangkak turun tangga, melihat pintu depan rumah terbuka, dan... voila, jalan-jalan deh dia hingga tiba selamat sentosa di sebuah komplek pemakaman tak jauh dari sana. Pasangan hantu, Owens, yang melihatnya terkaget-kaget. Bagaimana bayi umur setahun ini bisa tiba di pemakaman? Tak lama, ada kabut dan cahaya tipis yang menghampiri Owens. Orang tua si bayi. Mereka memohon Keluarga Owens untuk menjaga si bayi dari orang yang membunuh mereka. Maka malam itu juga, si bayi diangkat menjadi anak keluarga Owens.

Jack kelimpungan mencarinya di dalam rumah. Perintah mesti dijalankan dengan sempurna, semua anggota keluarga harusnya ia bunuh malam itu juga. Disusurinya jalanan. Ia curiga anak itu masuk ke daerah pemakaman. Semua pagar sudah terkunci, bagaimana cara anak itu masuk? Penjaga pemakaman pun menyuruhnya pulang, tak ada anak manusia di situ. Jack kesal. Penasaran. Misinya gagal.
Malam itu penghuni pemakaman geger. Para hantu, roh halus, warewolf, ghouls dan sebagainya berkumpul membicarakan peristiwa tersebut. Keluarga Owens bersikeras tetap akan membesarkan si bayi. Menyerah, mereka pun akhirnya rapat hendak memberi nama si bayi. 300 kepala, 300 ide nama. Silas pun memutuskan untuk memberinya nama Nobody Owens, yang dipanggil dengan nama Bod. Silas berjanji akan menjadi penjaganya. Menjaga dari semua manusia terutama Jack si Pembunuh dan terhadap dunia roh yang mungkin akan mencelakai Bod. Bod diberi keistimewaan dari para penghuni makam, yaitu dapat melihat dalam gelap, dapat memasuki kuburan-kuburan dan tempat-tempat yang terlarang dimasuki oleh manusia, serta diajari kosakata bahasa roh halus dan dapat menghilang, tersamar dalam gelap seperti para hantu, dapat memasuki mimpi manusia, dan sebagainya.
Beranjak remaja, Bod mulai ingin tahu kehidupan manusia sesungguhnya. Petualangan demi petualangan dilakukannya. Di umur 4 tahun, ia berteman dengan seorang anak perempuan yang umurnya 5 tahun. Scarlet namanya. Ia dibawa ibunya sesekali waktu ke pemakaman untuk mengenalkan Scarlet pada alam. Bersama Scarlet, Bod menghadapi petualangan mendebarkan di sebuah kuburan. Tak lama setelah itu, Scarlet pindah ke kota lain.
Di bab ke-3, Bod menjelajah dunia roh yang dipenuhi oleh ghouls. Di sini ia dibantu oleh Mrs. Lupescu guru pengganti di saat-saat Silas harus melanglang ke bagian dunia yang lain. Yaakk... di sini saya bingung ngebayanginnya. Fantasi banget deh, mana banyak kosakata yang aku ga ngerti. Hihihi...
Bod pun pernah keluar kompleks pemakaman dalam usahanya mencari uang. Ia hendak membeli batu nisan untuk Lisa, sahabat barunya, yang meninggal dibunuh masyarakat karena dirinya adalah penyihir. Di toko antik ini pula ia menghadapi petualangan yang tak mungkin ia lupakan, karena ternyata pemilik toko menyekapnya agar dapat memiliki cincin permata berkepala 3 ular yang penuh daya sihir. Untung saja ia diselamatkan Lisa dari keculasan pemilik toko.
Bod pernah sekolah di sekolah umum, yang isinya penuh dengan anak-anak seusianya. Di sini, ia harus berusaha menjauh dari anak-anak agar tak seorang pun mengingatnya. Tapi hati nuraninya tak dapat menahan diri saat harus berhadapan dengan Nick & Mo, yang menjadi preman sekolahan. Masalah demi masalah Bod lewati dengan bantuan Lisa dan Silas, hingga ia tunduk pada saran Silas supaya cabut aja dari sekolah.
Lama-kelamaan, jejak Bod tercium oleh Jack, pembunuh keluarganya, yang kembali mencarinya dengan teknik lain. Hiks.. apakah kali ini Bod sudah dapat menjaga keselamatan dirinya sendiri tanpa bantuan Silas? Apa sih yang Jack inginkan dari Bod? Lalu apakah Bod bakalan seumur hidup tinggal di pemakaman? Eh lupa cerita bagian Danse Macabre, dimana para manusia berdansa tengah malam bersama para hantu. Ih seruuu.... Nah mule penasaran kaann... Baca sendiri yaa… :)
Sukaaaa banget sama dongeng-dongeng khas papa Neil Gaiman! Sejak awal pertama aku baca Anansi Boys, jadi langsung jatuh cinta sama kegilaannya menjelajah dunia antah berantah monster, magis, gelap, teror, dll. Begitu dapet pinjeman Coraline & Stardust, langsung babat habis dan beli DVD-nya. Sayang aku belom baca Neverwhere, American Gods & Sandsman. :( Selalu yang ada di kepalaku: "Kok ya kepikiran bikin cerita model gini?". Saluuutt...
Oh ya, sukaaa banget juga sama ilustrasi yang dibuat oleh Dave McKean di novel ini. Maklum, saya ga bisa gambar tapi rada belagu klo urusan seni, jadi begitu liat gambarnya langsung tahu ini coretan spidol keren abis. *pongah* :P
Akhir kata, apakah manusia lebih baik daripada hantu, warewolf, roh, arwah dan sebagainya? Atau lebih jahat? Hehehe... carilah jawabannya di buku ini dan di dunia kita ini. ;)
Makasih buat Jippie & her bf yang udah mau disibukin untuk beli di Filipin, demi mengejar harga yang murah daripada beli di Indo. :D
Langganan:
Postingan (Atom)



%2B-%2BNeil%2BGaiman.jpg)

