Kamis, 18 Juli 2013

Fifty Shades of Grey

Penasaran pengen baca buku ini karena isinya tentang seks! Hahaha.. Manusiawi banget yak! Ok, yang usianya masih 17 tahun ke bawah,  jangan teruskan baca blog ini apalagi baca buku Fifty Shades of Grey ya…

Cerita dimulai sama seperti yang ada di sinopsis. Kate meminta Ana menggantikannya untuk mewawancarai Grey, seorang pengusaha muda kaya raya yang sedang naik daun. Ana ga tega menolak Kate karena Kate lagi sakit flu berat walaupun Ana hanyalah teman serumah Kate dan bukanlah anggota majalah kampus. Berusaha dandan sedikit di luar kebiasaannya, Ana menuju ke kantor Grey di Seatle. Di sana Ana tambah minder karena semua orang berpakaian dan bertindak professional, amat berbeda dengan dirinya. Bahkan Ana terjatuh saat masuk ke ruangan Grey saking kikuknya. Waduh malu-maluin banget!

Grey sumpah ganteng dan perfect abis! Aku ngebayanginnya pun ikutan ngeces. Hihi.. EL James bagus ngedeskripsiinnya. Bahkan Grey seperti memberikan tanda-tanda spesial kepada Ana seperti saat Grey meminta sekretarisnya membatalkan janji berikutnya agar bisa lama bertemu dengan Ana, saat Grey membantu Ana memakai jaket dan meletakkan tangannya di bahu Grey, dll. Sikapnya yang powerful dan gentlemen itu alhasil membuat Ana kepincut dan masih ngebayangin Grey sampe ia tiba kembali ke rumah. Duh, Kate pun melihat ada perubahan pada diri Ana yang ga pernah jatuh cinta itu.

Oh iya, Ana tuh memang pribadi yang mudah dikontrol orang lain. Ga heran kalau ia nyaman berteman dengan Kate dan mungkin aja cocok sama Grey yang sama-sama memiliki sifat mudah mengintimidasi yah.

Ok balik ke cerita, Ana mikir kalau yang bikin dia jadi senyum-senyum mulu itu cuma harapan palsu aja. Toh dia ga bakal ketemu Grey lagi. Jadi dia berusaha melupakan Grey dengan kembali fokus ke ujian tingkat akhirnya dan kerjaannya di toko bangunan Clayton. Akhirnya urusan ujian beres, dan Ana mulai menghabiskan hari-hari akhirnya di Clayton sebelum ia dan Kate pindah ke Seatle. Eh ya ampun, tiba-tiba ada Grey di Clayton! Dan perasaan Ana pun mulai jungkir balik lagi. Ia menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Grey, dan Grey pun ada perasaan yang spesial padanya.

Tapi ternyata cinta itu ga sesimple cinta normal. Heh? Iyaa…soalnya di balik kesempuraan Grey ini, ada sisi gelap-nya juga. Ngomongin kesempurnaannya Grey dulu ah, yang pasti bikin banyak cewek klepek-klepek :D Okeh, bayangin aja seorang pria 27 tahun, ganteng, mata seperti elang, rambut keabu-abuan yang seksi, diajak nge-date dengan pesawat jet, helicopter, Ana dikasih laptop Mac, BlackBerry, mobil Audi, dress cantik, underwear mahal, dinner di hotel paling mahal…hingga vanilla sex di suite hotel termahal? Haiyaahh…saya pun mauuu… :P

Tuhan Maha Adil, orang kayak gitu pun ada sisi gelapnya. Eh gelap menurut orang kebanyakan, ga tentu gelap untuk beberapa orang kali ya. Hihihi…  Grey ini amat sangat suka memerintah, bahkan dalam urusan bercinta. Dia suka banget ngelakuin BDSM-things, hingga dia membuat perjanjiannya pada para wanitanya. Oya, dia udah pernah melakukan ini dengan 15 wanita sebelum Ana. Ada surat perjanjiannya? Iyah! Dan gara-gara EL James, gw pun baca-baca Wikipedia dan iya emang ada tuh perjanjian supaya si Dominant dan Submissive saling mengetahui hak kewajiban dan batas-batasannya. Ckckckck… baru tau gw. Ana diminta untuk mempelajari hal-hal baru ini terlebih dahulu sebelum menandatangani surat perjanjian.

Keduanya memang jatuh cinta, tapi ada perbedaan besar yang agak sulit disatukan di antara mereka. Ana ga mau disakiti karena perilaku Grey, sementara Grey ga bisa untuk tak melakukan kesenangan ia itu. Grey sebenernya udah banyak banget berusaha berubah demi Ana yang ia cintai ini. Banyak banget hal-hal baru yang ia lakukan juga demi Ana. Dari ke-15 wanita submissive yang ada, Grey ngasih apa yang Ana dapetin. Bahkan Ana udah dianggap bener-bener sebagai pacar Grey, dan dibawa pulang ke rumah orang tua Grey. Ya emang susah sih, mereka berada di dua ujung kutub yang berbeda. Kalau Ana pakai istilah "beda sisi gergaji". Akhirnya Ana memaksakan dirinya untuk menyerah dan ingin keluar dari pengaruh Grey tanpa pernah menandatangani surat perjanjian tersebut. Patah hati lah mereka berdua. Hiks..

Tau ga apa yang aku suka dari cerita ini? Grey dan semua kesempurnaannya. Perilaku bercintanya boleh lah dianggep normal untuk beberapa kasus, kan selama submissive memanfaatkan safewords dengan baik juga pasti mereka aman. Sama seperti kita aja, asal ada komunikasi, semua juga aman.

Lalu apa yang aku sebel dari cerita ini? Ana dan perasaannya yang sumpah cewek banget! Ngebingungin banget, kadang iya kadang ga, overthinking kayak emaknya bilang. Penasarannya sih emang masuk akal, tapi Ana sering banget ngerusak suasana! Nyebelin. Mendekati chapters akhir aku mule ngos-ngosan baca pemikiran Ana dan jadi enek dengan sex scene mereka. Kasian Grey kalau harus ngadepin Ana yang limbung kek gitu mulu! Ih bete. Kalau mau ya siap dengan segala resikonya dong. Atau coba jalanin aja deh pelan-pelan karena emang mereka berdua ka nada di dua kutub yang berbeda. Aku yakin sih mereka bisa saling mendekat dan bertemu di titik ekuator seiring waktu nantinya.

Overall, ini cerita erotis romantis yang sumpah cewek abish. Jadi daripada aku bete sama perasaan Ana yang ga jelas itu, mendingan aku ngebayangin Grey yang sekseh itu ajaahh… Hihihi.. Nah, mule dong penasaran ntar klo difilmin bakal kayak apa ya? Yah, walo ga yakin ntar tu film bisa masuk Indonesia apa ga saking kebanyakan adegan vulgarnya, tapi itu ntar aja dipikirinnya. Hehe… Dan kabar terbaru, Ian Somerhalder yang bakal jadi Christian T. Grey! Duh sumpah dia cocok banget! Coba deh liat foto-foto dia main di The Vampire Diaries (sebagai Damon Salvatore), Lost, Pulse, Smallville (sebagai Adam Knight) .... gayanya yang cool emang cocok banget kan! Ah mari kita menanti tanggal rilisnya 24 Agustus 2014 sambil baca buku kedua dan ketiganya: Fifty Shades Darker & Fifty Shades Freed. Hehehe…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar