Minggu, 08 Desember 2013

Kitab Suci Kesatria Cahaya

Selalu kepengen baca buku Paulo Coelho karena dari cerita-ceritanya itu aku bisa dapet banyak pelajaran dan pengingat yang penting buat jalanin hidup. Wew...berat yak? Hihihi... tapi emang kita perlu sesuatu seperti itu kan ya biar bisa jalanin hidup ini dengan baik dengan jati diri sendiri.

Nah, dulu itu aku sering baca blog-nya Coelho tentang Warrior of The Light. Begitu dapet kesempatan beli ebooknya di 21 Oktober 2013 versi bahasa Indonesia dengan judul Kitab Suci Kesatria Cahaya, aku pun baca pelan-pelan sedikit demi sedikit tiap hari beberapa lembar hingga akhirnya selesai 23 Nov 2013. Loh kok lama banget? Iya, soalnya kan tiap halamannya ada satu poin penting yang bisa aja bikin aku termotivasi untuk ngewujudin impian, atau menerima segala hal yang harus kita terima, dan ada juga yang ngingetin aku untuk lebih berhati-hati kalau melakukan sesuatu. Dan semua poin yang penting itu ga bisa aku lahap tiap hari sekaligus banyak. Perlu waktu untuk mencernanya. Bahkan buku ini harus sering-sering dibuka juga besok-besok. Eh, atau emang gw-nya aja yang lemot? Hihihi...biar lah..

Liat deh di halaman 42 Kitab Suci Kesatria Cahaya, Coelho mengajak kita untuk melakukan meditasi. Dari meditasi itu kita bisa lebih ngerti tentang diri sendiri dan jadi tahu apa yang harusnya kita lakukan di masa lalu dan bagaimana harusnya kita bersikap di masa yang akan datang.

Di halaman 46, Coelho bilang bahwa Kesatria Cahaya ga mungkin untuk hidup dalam keadaan istirahat sepenuhnya. Dia tetap bersiap-siap, berjaga-jaga, tapi ga tegang. Tetap rileks sekaligus siap siaga.

"Kesatria Cahaya menaruh perhatian pada hal-hal sepele, karena hal-hal sepele ini bisa sangat mempersulit dirinya" tertulis di halaman 64 dalam Kitab Suci Kesatria Cahaya. Dari sini aku jadi inget untuk tetep perhatiin hal-hal kecil. Seperti yang tertulis di Alkitab, mereka yang setia pada hal kecil udah pasti bisa mengerjakan hal-hal besar.

Kesatria Cahaya ga selalu bener, ga selalu suci, dia tetep manusia biasa yang kadang jatuh dalam dosa, juga kena sial, dan sebagainya. Iblis dan Malaikat saling merebutkan dirinya setiap saat. Dia juga pernah bangga dan sombong. Tapi Kesatria Cahaya yang terus mengasah pedangnya, menambah ilmunya, sering mencari suara Tuhan dalam hatinya dan mengikuti cahaya pasti tahu bahwa ia harus memilih Malaikat untuk menyelamatkan dirinya. Liat di halaman 76 dan 84 tentang ini deh...

Yang namanya hidup itu ga ada yang statis atau monoton. Setiap detik ada keputusan yang harus dibuat dan ada perubahan yang kita rasakan. Di Kitab Suci Kesatria Cahaya halaman 106, Kesatria Cahaya yang berada di zona nyaman mulai merasa risih pada suatu hal. Mungkin kalau diibaratkan dalam hidup kita misalnya tuh keenakan tidur. Contoh ekstrem aja sih. Hihi... Kan ga selamanya kita bisa tidur ya, untuk sehat, untuk ketemu keluarga, untuk dapet duit...kita harus bangun. Nah, do something! Bete awalnya karena harus gerak dari kondisi yang menurut kita enak dan harus bangun untuk  mengalami kondisi baru yang buta dan mungkin penuh resiko bagi kita, tapi emang seharusnya gitu. Berani berubah kalau mau hidup. Wizz...dahsyat!

Ah udin ah, banyak banget poin bagus di buku Kitab Suci Kesatria Cahaya ini. Loe harus baca, dan mungkin aku bakal cari versi Inggrisnya demi Paulo Coelho. Selamat menikmati hidup demi hidup abadi selanjutnya ^_^

1 komentar:

  1. salam kenal juga, ya terima kasih buat share-nya ya

    BalasHapus