Jumat, 27 Mei 2016

Belantara Tangan Dan Gigi

Ceritanya tentang sebuah desa kecil yang berada di dalam rangkaian pagar panjang untuk melindungi penduduknya dari para zombie yang kelaparan & hendak memangsa mereka. Penduduk di sekitar situ terbagi menjadi 4 kategori: biarawati, pengawas, petani & ternoda alias zombie. Mereka diajarkan untuk selalu mengikuti semua peraturan yang diberikan para biarawati demi kelangsungan hidup mereka. Pertanyaan atas dasar penasaran ada apa dibalik semua peraturan & di luar pagar tersebut tidak boleh ditanyakan. Bahkan pernikahan pun diselenggarakan dengan komitmen penuh untuk kelangsungan hidup generasi penerus dan bukan sekedar alasan cinta.


Kalau ga ada Mary yang super duper penasaran & terobsesi sama laut, pasti cerita akan jalan di tempat. Apalagi saat Gabriella yang asing itu datang dari balik pintu dekat Katedral. Makin gila penasarannya si Mary.

Lalu saat pagar roboh dan ternoda berhasil memasuki desa, hanya anak-anak muda ini plus si kecil Yakob yang berhasil hidup & kabur ke pintu yang dimasuki Gabrielle. Lucu ya, dari lingkaran desa, biarawati menyisakan sedikit jalan utk menyimpan persediaan makanan.

Aku pun penasaran apa benar pernah ada laut di dunia itu, seperti yang sering diceritakan ibu pada Mary. Mengapa juga biarawati memiliki banyak rahasia? Pastornya kemana? Bosen ga kehidupan mereka di sana?  Jadi inget perkataan Suster Tabita bahwa ibunya Mary pernah melahirkan beberapa bayi selain Jed & Mary. Trus apa hubungannya dgn mereka sekarang? Kupikir nantinya terungkap bahwa Gabriella adalah saudari mereka yang terpisah bertahun-tahun lamanya.


Kenapa pagar itu dibuat panjang beranting-ranting? Ga dibuat kurva besar aja? Wabah apa sih yang bisa bikin orang sedunia jadi zombie? Dan sialnya, sejak dulu aku ga pernah suka hal-hal berbau zombie. Aneh aja gitu bangun lagi cari makan orang tampil jelek pula! Mending vampir kan yang hidup lagi tampil keren? Wkwkwkw...

Eh iya, pas mereka menemukan desa lain yang mirroring atas bawah itu, sanitasinya gimana ya? Berhari-hari hidup di atas pohon tuh apa rasanya? Terus ya, desa yang sekarang sudah berpenghunikan zombie itu kok ga kelihatan tanda-tanda kerusakan ya? Lalu kenapa kalau desa yang tampak lebih maju & terencana dengan baik itu ga ada katedral atau ayat di dekat pintu atau zombie berbaju biarawati? Artinya apa?

Lalu kenapa juga pas lagi panik gitu si penulis tetap mendeskripsikan segala halnya sih? Sumprit aku ga sabar & mulai fast reading di bab-bab akhir. Trus orang yang hidup di mercusuar, kenapa ga ada zombie yang berkeliaran di sepanjang pantai? Apa bedanya dengan yang di belantara? 

Pada akhirnya saya tahu bahwa buku ini tentang keegoisan Mary. Gila, dia secara ga langsung mengorbankan orang-orang sekitarnya hanya untuk memuaskan obsesinya pada laut! Ah udah ah, buku yang berjudul asli The Forest of Hands and Teeth ini ga untuk saya banget deh pokoknya. :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar