Jumat, 08 April 2016

Inteligensi Embun Pagi

Ga nyangka endingnya bakal seperti ini walau udah denger kasak-kusuk dari pembaca lain. Ceritanya tentang koloni alien yang hendak...eh mereka mau ngapain ya? >_<


Aduh gagal paham saya.. :( bener-bener harus baca ulang, dan enaknya dari buku pertama. Terlalu fokus ke karakter-karakternya sampai ga ngeh tujuan mereka menurunkan peretas puncak itu apa. Ajang reuni, ketemu Bodhi lagi, favorit akuuuu :P

Hebat sih Dee bisa berani tulis novel science fiction seperti ini, mengingat penulis Indonesia lain belum banyak yang mengangkat topik alien berbumbu romantisme.  Aku tulis 'belum banyak' karena sebenarnya aku belum tahu siapa aja nama-nama mereka. Pasti ada, tapi ga (belum) tahu siapa. Hihi..

Setiap habis baca buku tuh aku sering muncul pertanyaan: kok bisa ya dia ada ide tulis cerita seperti ini? Idenya dari mana? Dan khusus untuk Dee, berarti harus niat banget baca banyak literatur tentang alien, tumbuh-tumbuhan (terutama jamur), tempat-tempat wisata religi di luar negeri (terutama Peru), dll.

Masih dalam daftar pertanyaanku: kok bisa ya dia punya bayangan aksi laga di benaknya dan berhasil menuangkannya dalam tulisan? Entah itu sukses atau ga, berhasil atau ga, ada yang terlewat atau ga, semua lebih baik daripada otak saya yang mandek ga tulis cerita sejak bertahun-tahun yang lalu.

Hmm... Pada akhirnya, bakal ada serial selanjutnya ga ya? Pernikahan Zarah & Gio? Kelahiran Peretas Puncak? Dan 17 tahun hingga dia sadar dan mulai menunaikan tugasnya? Mari kita pantau isu-isu yang beredar di luar sana. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar