Sabtu, 19 Maret 2016

Aleph

Perjalanan Coelho kali ini untuk menemukan jawaban dari kehidupan lamanya sebelum kehidupan yang dijalaninya sekarang. Dia percaya reinkarnasi, dimana kehidupan baru itu selalu membawa sesuatu dari kehidupan lama.

Ia harus kembali travelling untuk semakin mengenal dirinya, karena kegiatan sehari-hari, termasuk ritualnya, tak berhasil mendekatkan dirinya pada Tuhan, pada kebijaksanaan hidup. Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang gadis muda bernama Hilal, yang berhasil 'menyalakan korek' dalam misi Coelho.


Mereka berdua melihat kembali kehidupan lainnya dalam sebuah peristiwa yang disebut Aleph, saat berdiri di sambungan kereta api. Hilal menjadi agak terguncang karena ketidaksiapannya, sehingga untuk berikutnya, Coelho coba mempraktekkan apa yang disebut sebagai 'golden ring' baginya sendiri. Jika Aleph membuat Coelho & Hilal melihat kehidupan mereka lainnya, sementara 'golden ring' hanya membawa Coelho ke kehidupan lainnya.

Hubungan Coelho dengan Hilal di kehidupan lain itu ternyata memang tak bisa bersatu. Hilal menjadi salah satu gadis yang harus dibakar hingga mati karena melakukan kontak dengan roh halus, dan Coelho menjadi kaki tangan pastor yang menghukum Hilal. Cinta Hilal pada Coelho adalah cinta yang tak akan pernah sampai, karena pada akhirnya selalu Hilal yang merana. Coelho masa kini berharap Hilal fokus pada karir musiknya & dapat menemukan pria baik agar dapat melupakan cinta padanya.

Agak sulit kumengerti karena aku penganut Katolik yang tidak mengenal reinkarnasi. Hihi.. Tapi ya udah lanjut aja bacanya lah ya, lihat teori baru dari pemahaman Coelho.

Baru denger teori Aleph ini juga kali ini, apa benar ada di dunia atau ga? Kehidupan yang paralel? Ga ada masa lampau, adanya masa kini? Berat bener yak! Paling enteng bagian Coelho ber-aikido bersama imajinasi liar tentang Hilal. Hahaha... Eh ups, ketauan banget ceteknya otak sayaahhh... *tutup muka*

Bagus lah, buku yang harus disimpan untuk dibaca kembali, dipahami kembali, dicari tau info-info terkaitnya lagi dari sumber-sumber lain. Semoga saat itu, si kecil ga hobi sobek-sobek kertas lagi seperti nasib cover & halaman akhir novel hadiah dari kakakku ini. Hihihi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar